PorosLombok.com – Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat menggelar webinar strategis bertajuk Generasi AI Nusantara guna meningkatkan adaptasi teknologi dan kecakapan finansial keluarga besar Polri pada Kamis (9/4/2026).
Kegiatan berskala besar ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari ke-46. Organisasi istri polisi tersebut membidik transformasi peran perempuan agar lebih tangguh menghadapi disrupsi zaman yang kian masif.
“Bhayangkari tidak boleh tertinggal dan wajib memahami perkembangan teknologi demi menjaga ketahanan ekonomi keluarga,” ujar Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Uty Edy Murbowo.
Istri Kapolda NTB ini menekankan bahwa penguasaan literasi kecerdasan buatan kini menjadi kebutuhan mendesak. Kecepatan perubahan global menuntut setiap anggota organisasi untuk memiliki wawasan luas agar mampu membimbing anak-anak di rumah.
Penyelenggara mencatat sebanyak 1.300 peserta mengikuti kegiatan ini secara daring dan luring dari Gedung Rupatama Polda NTB. Perwakilan berasal dari 162 ranting polsek serta 10 cabang polres yang tersebar di seluruh penjuru NTB.
“Kecerdasan buatan ibarat dua mata pisau yang bisa bermanfaat sekaligus mengancam stabilitas keluarga jika disalahgunakan,” tegasnya.
Uty mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi yang serampangan berpotensi merusak keharmonisan rumah tangga. Oleh sebab itu, fungsi pengawasan orang tua terhadap penggunaan perangkat digital di lingkungan keluarga harus diperketat secara konsisten.
Webinar ini menghadirkan Susan Novita sebagai narasumber pertama yang mengupas tuntas transformasi peran pendidik di era digital. Ia mendorong para guru di lingkungan yayasan agar segera beradaptasi dengan alat bantu berbasis teknologi pintar.
“Generasi saat ini adalah calon inovator sehingga peran guru dan orang tua menjadi sangat krusial sebagai fasilitator,” jelasnya.
Susan berpendapat bahwa tenaga pendidik tidak lagi sekadar penyampai materi konvensional di dalam kelas. Mereka harus mampu memicu daya pikir kritis siswa melalui metode pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan tren masa kini.
Strategi Pengelolaan Ekonomi dan Pencegahan Kejahatan Digital Keluarga
Pihak penyelenggara turut melibatkan para pengajar dari sekolah di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari. Hal ini bertujuan agar kurikulum yang diterapkan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di kancah global yang serba otomatis.
Sementara itu, pakar finansial Yan Anjas Pratama memberikan edukasi mendalam mengenai urgensi perencanaan keuangan yang sehat. Ia menyoroti kerentanan ekonomi keluarga akibat gaya hidup konsumtif tanpa pencatatan pengeluaran yang jelas.
“Pengelolaan keuangan keluarga harus dimulai dari pengendalian konsumsi dan pemahaman produk keuangan yang aman,” ujarnya.
Yan mengingatkan pentingnya kewaspadaan tinggi terhadap maraknya tawaran investasi bodong yang sering mencatut kecanggihan teknologi. Keluarga yang memiliki perencanaan matang akan lebih sulit terjerat tipu daya oknum tidak bertanggung jawab.
Bhayangkari juga didorong menjadi garda terdepan dalam memberantas praktik pinjaman online ilegal dan judi online yang kian mengkhawatirkan. Fenomena negatif ini dipandang sebagai dampak sampingan dari kemajuan digital yang merusak sendi ekonomi.
“Ketahanan keluarga ditentukan oleh kualitas pengasuhan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan,” jelas Ny. Heny Agus Purwanta.
Heny yang bertindak sebagai moderator menekankan pentingnya sinergi antara teknologi dan manajemen sumber daya manusia. Ia menilai kesuksesan sebuah organisasi dimulai dari kualitas individu di dalam lingkup terkecil yakni rumah tangga.
Antusiasme ribuan peserta menjadi sinyal kuat bahwa isu literasi digital sangat diminati oleh kalangan ibu-ibu Bhayangkari. Implementasi nyata dari hasil webinar ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan Polri yang bebas dari jeratan utang piutang gelap.
Organisasi kini memposisikan diri sebagai motor penggerak pemberdayaan perempuan yang melek teknologi di wilayah Nusa Tenggara Barat. Transformasi ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat marwah perkumpulan melalui kecerdasan finansial yang mumpuni.
“Kita harus membangun kesadaran kolektif untuk menghindari jeratan judi online yang berpotensi merusak masa depan generasi muda,” pungkasnya.*
















