PorosLombok.com – PT Bank NTB Syariah resmi mengekspansi layanan perbankan dengan menghadirkan POJOK NTBS di Pasar Acc Ampenan, Kota Mataram, guna mempercepat transformasi digital ekosistem pasar tradisional, Kamis (30/4/2026).
Langkah strategis ini bertujuan memberikan pendampingan langsung bagi para pedagang agar lebih melek finansial dan teknologi. Bank berupaya memastikan denyut ekonomi kerakyatan tetap relevan dengan perkembangan sistem pembayaran modern saat ini.
“Kami ingin Bank NTB Syariah lebih dekat dan mudah dijangkau oleh warga melalui kehadiran POJOK NTBS ini,” ujar Sub Branch Manager Bank NTB Syariah KC Ampenan I Wayan Sudiasa Indrawan.
I Wayan Sudiasa menegaskan bahwa fasilitas ini menjadi titik integrasi layanan bagi masyarakat yang ingin beralih ke transaksi non-tunai. Pendampingan dilakukan secara intensif agar hambatan teknis di lapangan dapat segera teratasi.
Layanan ini secara khusus memfasilitasi aktivasi QRIS serta edukasi aplikasi digital bagi ratusan pedagang lokal. Transformasi digital menjadi prioritas utama untuk menciptakan ekosistem pasar yang lebih transparan dan aman bagi nasabah.
“Pedagang tidak perlu jauh ke kantor bank, cukup di pasar saja mereka bisa dibantu urusan perbankan,” katanya.
Pihak bank menyediakan tenaga ahli yang siap membimbing pelaku UMKM dalam memahami mekanisme pembiayaan sektor produktif. Hal ini dilakukan untuk menggeser pola pikir masyarakat agar lebih memanfaatkan perbankan syariah yang inklusif.
Replikasi model layanan ini mengacu pada keberhasilan di Pasar Dasan Agung yang telah mencetak ratusan merchant digital. Antusiasme tinggi dari para pelaku usaha menjadi alasan kuat dipilihnya Ampenan sebagai lokasi pengembangan selanjutnya.
“Kami ingin memastikan layanan perbankan bisa dirasakan manfaatnya sambil mereka tetap berjualan,” ujarnya.
Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah sebagai bagian dari agenda besar digitalisasi ekonomi daerah. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi harian di pusat-pusat perbelanjaan rakyat di seluruh Kota Mataram.
Statistik menunjukkan pertumbuhan transaksi elektronik di pasar tradisional NTB terus merangkak naik secara signifikan. Bank optimis angka inklusi keuangan syariah akan mencapai target maksimal pada pengujung tahun anggaran 2026 mendatang.
“Lewat POJOK NTBS ini, kami membantu urusan QRIS maupun konsultasi keuangan lainnya agar pedagang semakin mandiri,” pungkasnya.
















