Rupiah Melemah Pemkab Lombok Timur dan Bulog Bersiap Gelar Operasi Pasar Beras

Pemkab Lombok Timur bersama Bulog perketat pengawasan distribusi pangan dan siapkan operasi pasar guna mengantisipasi lonjakan harga beras akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

PorosLombok.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur segera mengambil tindakan cepat untuk mengantisipasi dampak buruk pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berpotensi memicu lonjakan inflasi pangan lokal.

Langkah taktis ini berfokus pada penyelamatan daya beli masyarakat terhadap fluktuasi harga bahan pokok di pasar tradisional. Pengawasan ketat kini menyasar rantai distribusi komoditas strategis guna mencegah spekulasi sepihak.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan harga beras tetap dalam pengawasan,” ujar Bupati Lombok Timur H. Khairul Warisin.

Khairul menegaskan bahwa langkah sinergis tersebut sangat krusial untuk mengantisipasi gejolak pasar yang tidak menentu. Pemerintah daerah berkomitmen penuh menutup ruang gerak para spekulen yang ingin mengambil keuntungan sepihak.

Beras merupakan komoditas pangan paling sensitif yang harganya harus tetap terjaga secara konsisten. Lonjakan harga pada sektor ini dipastikan akan langsung memberikan tekanan ekonomi yang berat bagi warga kurang mampu.

“Koordinasi dengan Bulog dinilai krusial untuk mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan ketat juga akan diarahkan untuk mengendus indikasi permainan harga di tingkat distributor maupun pengecer. Tim satgas pangan akan dikerahkan untuk memantau pergerakan setiap hari.

Pemerintah daerah tidak akan segan memberikan sanksi tegas jika menemukan praktik penimbunan barang. Pemantauan intensif terhadap stok di gudang-gudang penyedia kini menjadi prioritas utama instansi terkait.

“Pemda bersama Bulog bersiap melakukan intervensi stok atau operasi pasar,” ujarnya.

Langkah intervensi tersebut baru akan dieksekusi jika terjadi kenaikan harga yang signifikan dan dinilai membahayakan stabilitas daerah. Skema penyaluran cadangan beras pemerintah sudah disiapkan dengan matang.

Hingga saat ini, jajaran teknis masih terus menunggu hasil evaluasi mendalam mengenai perkembangan kondisi ekonomi global. Rumusan kebijakan yang diambil harus berbasis data riil lapangan agar tepat sasaran.

“Langkah ini untuk menghadapi tekanan ekonomi global yang berimbas pada harga pangan lokal,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU