PorosLombok.com – Pembangunan Gedung Graha Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Lombok Timur resmi dimulai yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama secara khidmat di wilayah Rakam, Kecamatan Selong.
Momentum bersejarah ini menjadi simbol kekuatan tekad para alumni dan kader untuk menghadirkan pusat kaderisasi bagi generasi mendatang. Agenda besar tersebut berlangsung lancar pada Jumat (12/6/2026).
“Gedung ini bukan sekadar bangunan, gedung ini akan dipakai belajar, menjadi pusat gerakan dan pusat lahirnya gagasan,” ujar Ketua Panitia Pembangunan Dr. Ahmad Patoni.
Patoni menegaskan bahwa proyek fisik ini lahir dari semangat swadaya para alumni yang ingin meninggalkan jejak pengabdian nyata bagi daerah. Ia mengajak seluruh keluarga besar organisasi untuk ikut berkontribusi aktif.
Tahap awal pengerjaan struktur dasar bangunan dua lantai ini murni bersumber dari iuran sukarela para anggota senior. Langkah mandiri tersebut menjadi bukti nyata independensi gerakan yang tertanam kuat.
“Hari ini kita mulai dengan 24 tiang pondasi, ini bukti bahwa PMII tidak menunggu kaya untuk bergerak,” katanya.
Ia menguraikan bahwa kekuatan terbesar organisasi tidak terletak pada kemewahan materi, melainkan pada jalinan optimisme para kadernya. Wilayah timur diyakini akan terus melahirkan cahaya perubahan yang konsisten.
Semangat optimisme dari jajaran panitia pembangunan tersebut juga diperkuat oleh pandangan dari ikatan alumni mengenai dampak jangka panjang proyek ini.
“Ini bukan gedung untuk alumni, ini adalah investasi untuk kader-kader masa depan,” ujar Ketua IKA PMII Lombok Timur Muhlis Hasim.
Muhlis menjelaskan bahwa bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 15 are ini dirancang memiliki fungsi ganda yang jelas. Lantai dasar akan menjadi pusat administrasi, sedangkan lantai atas untuk aula pertemuan.
Pria yang akrab disapa Cless ini menargetkan agar ke depan seluruh proses pelatihan formal organisasi dapat dipusatkan di tempat ini. Kader tidak perlu lagi menyewa gedung luar untuk acara pengaderan.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan fasilitas ruang. Namun, status hukum aset tersebut diharapkan dapat ditingkatkan menjadi hibah penuh.
Aspirasi mengenai kepastian hukum lahan organisasi itu langsung mendapatkan tanggapan positif dari perwakilan pemerintah kabupaten yang hadir di lokasi.
“Pak Bupati berpesan agar proses ini dikawal sampai selesai secara akuntabel,” ujar Sekretaris Daerah Lombok Timur H. M. Juaini Taofik.
Juaini memastikan pihak eksekutif akan mengawal seluruh tahapan legalitas administrasi tanah tersebut hingga tuntas. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh penyediaan fasilitas publik yang produktif.
Ia mengungkapkan bahwa bentuk dukungan nyata dari pemerintah daerah juga diwujudkan melalui penerjunan alat berat di lokasi proyek. Bantuan material awal pun telah disalurkan guna mempercepat proses pematangan lahan.
Langkah taktis intervensi pemda ini menjadi bukti bahwa organisasi mahasiswa diakui sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Sinergi ini diharapkan terus terjaga demi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Suasana gotong royong tampak sangat kental menyelimuti seluruh prosesi peletakan batu pertama sejak pagi hari. Ratusan kader aktif dan alumni lintas generasi memadati area konstruksi dengan penuh antusiasme.
Pembangunan gedung ini diproyeksikan menjadi mercusuar gerakan intelektual muda yang mandiri di wilayah hamparan timur. Seluruh tahapan pengerjaan akan terus dilaporkan secara berkala kepada publik demi menjaga transparansi.
“Insya Allah tinggal selangkah lagi menuju penyelesaian administrasi dan legalitasnya,” pungkasnya.*















