PorosLombok.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat atas dukungan yang diberikan selama perjalanan politiknya saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Jumat (10/7/2026).
“Saya merasa masih punya utang kepada rakyat Nusa Tenggara Barat. Terima kasih atas kesetiaan dan kepercayaan yang terus diberikan kepada saya,” ujar Presiden.
Pernyataan tersebut mencerminkan kedekatan emosional sang Kepala Negara dengan warga setempat yang konsisten memberikan suara dalam setiap pemilihan presiden. Kunjungan kerja ini menjadi momen bagi dirinya untuk menegaskan kembali komitmen pengabdian kepada daerah tersebut.
“Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang harus saya jawab melalui kerja keras dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.
Dukungan massa yang hadir saat peresmian infrastruktur sumber daya air tersebut menjadi bukti nyata besarnya ekspektasi publik terhadap sosok pemimpin nasional. Presiden memandang sambutan hangat masyarakat sebagai motivasi untuk bekerja lebih fokus dalam membangun negeri.
“Saya akan mencurahkan seluruh tenaga, pikiran, dan kemampuan untuk memenuhi amanah yang telah diberikan masyarakat,” ujarnya.
Pengabdian sebagai orang nomor satu di Indonesia difokuskan pada peningkatan kesejahteraan sosial serta pemerataan akses pelayanan publik di pelosok daerah. Ia percaya bahwa setiap mandat yang diterima dari masyarakat wajib dibalas dengan hasil pembangunan yang terukur serta berdampak luas.
“Seluruh pengabdian ini diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Presiden mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan sebagai modal utama bangsa dalam menghadapi tantangan global. Tanpa stabilitas nasional yang kokoh, percepatan kemajuan di berbagai sektor akan sulit dicapai secara maksimal.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu bersatu serta memiliki jiwa besar dengan meninggalkan rasa dendam maupun curiga,” katanya.
Upaya memperkuat semangat kebangsaan dilakukan dengan mengedepankan musyawarah dan kerja sama lintas elemen di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai kunci untuk memastikan arah pembangunan nasional berjalan sesuai cita-cita para pendiri bangsa.
“Tidak ada bangsa lain yang lebih peduli terhadap Indonesia selain rakyat Indonesia sendiri,” ujarnya.
Semangat kebersamaan harus terus dipupuk agar generasi penerus dapat melanjutkan agenda kemajuan dengan landasan persaudaraan yang kuat. Fokus pembangunan saat ini juga diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah agar mampu bersaing secara sehat.
“Seluruh anak bangsa harus menjaga persatuan dan bersama-sama melanjutkan pembangunan demi mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera,” katanya.
Pemimpin daerah diharapkan berperan aktif dalam memastikan setiap program pemerintah pusat menyentuh lapisan masyarakat terbawah. Kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi garda terdepan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
“Dukungan masyarakat NTB akan terus menjadi pengingat untuk bekerja lebih keras dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan,” Pungkasnya.*

















