PorosLombok.com – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menawarkan konsep Bali sebagai destinasi wisata hijau kelas dunia melalui pasokan listrik berbasis energi terbarukan dari NTB dan NTT dalam ajang Indonesia Solar Summit 2026, Selasa (14/7/2026).
“Bayangkan Bali menjadi destinasi wisata yang 100 persen hijau tanpa harus membangun pembangkit listrik sendiri karena kebutuhan energinya dipasok dari NTB dan NTT,” ujar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Ide brilian ini disampaikan dalam diskusi bertajuk From Ambition to Action yang menyoroti percepatan pengembangan energi surya nasional. Miq Iqbal menegaskan bahwa potensi energi surya di kedua provinsi tersebut sangat melimpah untuk mendukung transisi energi bersih di Tanah Air.
“Potensi energi surya di NTB dan NTT sangat besar untuk mendukung kawasan Bali–NTB–NTT sebagai pusat energi bersih Indonesia,” katanya.
NTB sendiri memiliki fondasi kuat dengan keberadaan 15 bendungan besar yang siap dikembangkan menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga surya terapung. Pemanfaatan permukaan air bendungan untuk panel surya diproyeksikan mampu menghasilkan daya listrik hingga ratusan megawatt secara berkelanjutan.
“Jika 20 persen luas genangan dimanfaatkan, NTB mampu menghasilkan lebih dari 500 megawatt listrik untuk mendukung sistem kelistrikan nasional,” jelasnya.
Sinergi antara NTB dan NTT diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan listrik hingga tujuh gigawatt dalam lima tahun ke depan melalui interkoneksi super grid. Pembangunan jaringan kabel bawah laut ini akan membuat sistem kelistrikan kawasan timur menjadi jauh lebih andal dan efisien.
“Kami mendorong pembangunan super grid yang menghubungkan Bali, NTB, dan NTT agar membentuk sistem kelistrikan kawasan yang andal,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTB juga telah menyiapkan inisiatif bernama NTB Capital untuk menarik minat investor dalam proyek energi baru terbarukan. Langkah ini dilakukan agar para penanam modal memiliki kepastian hukum serta kemudahan dalam mengurus perizinan di lapangan.
“Kami membantu mempercepat perizinan sekaligus memfasilitasi penyelesaian berbagai isu sosial di sekitar lokasi investasi,” ujar Miq Iqbal.
Gubernur juga mendesak pemerintah pusat untuk memberikan kewenangan kepada Kawasan Ekonomi Khusus agar dapat membangun sistem kelistrikan mandiri. Kebijakan off-grid ini dinilai sangat efektif untuk mempercepat pemanfaatan energi surya di lokasi strategis seperti Kawasan Mandalika.
“Kebijakan ini akan mempercepat pemanfaatan potensi energi surya di kawasan yang memiliki tingkat radiasi matahari sangat tinggi,” katanya.
Selain itu, Miq Iqbal mengusulkan fleksibilitas bagi daerah untuk memasarkan listrik energi terbarukan secara langsung kepada konsumen maupun pasar internasional. Keleluasaan ini penting agar potensi energi lokal dapat memberikan nilai ekonomi maksimal bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat setempat.
“Daerah perlu diberi keleluasaan agar mampu memanfaatkan potensi energi yang dimiliki untuk pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Gagasan ini mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menyatakan kesiapan wilayahnya menjadi pusat investasi energi bersih. NTT tercatat memiliki potensi energi baru terbarukan hingga mencapai 396 gigawatt yang sangat prospektif untuk dikembangkan secara masif.
“Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan kemudahan perizinan serta membangun ekosistem investasi yang kondusif bagi investor,” kata Emanuel Melkiades Laka Lena.
Kolaborasi antardaerah di kawasan timur Indonesia ini dipandang sebagai solusi strategis dalam mempercepat kemandirian energi nasional di masa depan. Fokus utama kini beralih pada eksekusi proyek serta penguatan tata ruang guna menyambut arus investasi energi bersih yang masuk.
“Kawasan Bali–NTB–NTT akan membuka peluang lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi hijau baru di seluruh Indonesia,” ujar Miq Iqbal.
Implementasi konsep ini akan menempatkan kawasan timur sebagai penggerak utama transisi energi dunia sekaligus meningkatkan daya saing bangsa secara global. Seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama secara konsisten dalam merealisasikan ambisi besar yang telah dicanangkan bersama ini.
“Pungkasnya, komitmen kami adalah memastikan kawasan ini menjadi motor penggerak transisi energi yang berdampak langsung bagi rakyat,” katanya.

















