PorosLombok.com – Malam puncak perayaan Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X di kawasan Tugu Mopra Pringgasela berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni tari, musik, teater, hingga fashion.
Acara akbar yang dihadiri jajaran pejabat Pemprov NTB, Pemda Lombok Timur, Bank Indonesia, serta tokoh masyarakat ini sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung pada Sabtu (25/7) malam.
“Penyelenggaraan event budaya ini tidak hanya merawat akar tradisi, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi warga sekitar,” katanya.
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya yang hadir mendampingi Ketua Dekranasda NTB Ny. Hj. Sinta M. Iqbal mengapresiasi tinggi kerja keras Majelis Seni dan Budaya Pringgasela Raya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pesta rakyat ini terbukti berhasil menghidupkan sektor akomodasi, transportasi, UMKM kuliner, hingga membuka peluang kerja baru bagi warga lokal.
“Kami sepakat bahwa setiap gelaran seni budaya harus memberikan dampak konkret terhadap peningkatan taraf ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Suksesnya gelaran Alunan Budaya Desa Pringgasela menembus agenda tahunan Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf RI menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Wabup Edwin menegaskan bahwa keberhasilan ini harus menjadi pemicu semangat bagi wilayah lain di Kabupaten Lombok Timur untuk terus menggali serta mengemas keunikan potensi tradisi lokal mereka agar makin dikenal di tingkat nasional.
“Dari 239 desa, Lombok Timur memiliki potensi budaya luar biasa yang terus kami dorong agar bisa mengikuti jejak Pringgasela,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan mendampingi ragam gerakan kreatif masyarakat desa secara berkelanjutan. Langkah strategis ini diambil guna memastikan setiap agenda kebudayaan tidak hanya berhenti sebagai tontonan seni belaka, tetapi mampu bertransformasi menjadi penggerak roda perekonomian utama yang langsung menyentuh kesejahteraan warga setempat.
“Pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi kegiatan masyarakat yang mampu menggerakkan UMKM dan membangkitkan pariwisata,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Ihwan yang hadir mewakili Gubernur NTB menyampaikan kagumnya atas kecintaan warga Pringgasela pada warisan leluhur. Menurutnya, konsistensi masyarakat dalam menjaga adat istiadat membuahkan hasil manis karena berhasil mengemas tradisi kuno menjadi sajian pertunjukan yang anggun, elegan, dan relevan dengan arus perkembangan zaman modern.
“Masyarakat setempat telah membuktikan bahwa warisan luhur nenek moyang mampu disajikan secara anggun serta modern tanpa kehilangan ruhnya,” katanya.
Muhammad Ihwan secara khusus menyoroti keberadaan kain tenun khas Pringgasela yang kini makin diminati pasar mancanegara. Ia menegaskan bahwa setiap lembar kain tenun tradisional bukan sekadar komoditas dagang biasa, melainkan menyimpan rekam jejak sejarah panjang, untaian doa, harga diri, serta identitas kebudayaan luhur yang menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat.
“Kain tenun ini menyimpan sejarah, doa, dan harga diri masyarakat yang harus terus hidup serta memberikan nilai tambah secara finansial,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTB menjadikan Pringgasela sebagai percontohan ideal bagi desa-desa lain yang ingin berkembang dengan mengandalkan basis kebudayaan lokal. Terbukti, melalui pengelolaan potensi desa secara kreatif dan gotong royong, Pringgasela mampu membuktikan bahwa desa di pelosok daerah pun sanggup menciptakan agenda berskala internasional yang dilirik oleh wisatawan berbagai negara.
“Desa Pringgasela menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan budaya berbasis komunitas lokal sanggup melahirkan karya spektakuler bernilai dunia,” jelasnya.
Sebagai wujud nyata penghargaan atas kerja keras seluruh panitia dan masyarakat Pringgasela, Pemprov NTB berjanji akan menyalurkan bantuan program secara bertahap. Dukungan tersebut mencakup penguatan kapasitas pelaku desain dan kriya, pengembangan kawasan desa wisata terpadu, perluasan jangkauan pasar produk UMKM, hingga perlindungan hak cipta bagi karya wastra tradisional khas Lombok.
“Pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh bagi pengembangan desa wisata, pelestarian tenun, hingga pemberdayaan UMKM kreatif secara berkelanjutan,” pungkasnya.*

















