PorosLombok.com – Pembangunan Masjid Sulukul Muttaqin di Kecamatan Pringgasela resmi memasuki babak baru lewat prosesi peletakan batu pertama dan pengecoran tiang utama pada Senin (10/8/2026).
“Membangun masjid tidak hanya mendirikan pilar atau tembok semata, melainkan membangun hati manusia, mempererat tali silaturahmi, serta menyediakan tempat untuk mendidik generasi penerus,” ujarnya.
Haerul Warisin menegaskan bahwa menyumbang untuk pembangunan rumah ibadah merupakan cerminan keimanan seseorang terhadap Allah dan hari akhir. Namun, warga diimbau untuk menyisihkan rezeki secara sukarela tanpa memaksakan diri agar tidak timbul beban finansial.
“Masyarakat silakan beramal dan bersedekah sesuai kemampuan masing-masing, tidak perlu merasa terbebani agar niat ibadahnya tetap tulus,” katanya.
Melihat semangat gotong royong warga setempat yang luar biasa, Bupati optimistis proses konstruksi masjid ini akan rampung dalam tempo empat hingga lima bulan ke depan. Guna mempercepat penyelesaian proyek ini, Pemkab Lombok Timur siap menyalurkan bantuan dana hibah dari anggaran daerah.
“Melihat antusiasme warga yang begitu besar, pemerintah daerah tentu akan mengucurkan bantuan dana untuk menyokong penyelesaian pembangunan masjid ini,” tegasnya.
Perkembangan arsitektur tempat ibadah di pelosok desa yang makin megah juga memicu Pemkab Lombok Timur untuk segera merevitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Proyek megah berskala kabupaten tersebut bakal menelan investasi anggaran hingga Rp 50 miliar dengan desain islami yang menyejukkan.
“Keindahan arsitektur masjid di tingkat desa menjadi pemacu kami untuk segera merenovasi Masjid Agung Al-Mujahidin agar makin megah,” terangnya.
Selain fokus pada fasilitas keagamaan, Bupati Haerul Warisin memastikan bahwa sektor infrastruktur pendukung mobilitas warga tetap menjadi prioritas utama. Meskipun kondisi keuangannya terbatas, pemerintah daerah telah menyusun skema alokasi perbaikan jalan raya yang direalisasikan pada 2027.
“Kami tetap berkomitmen meningkatkan infrastruktur jalan secara bertahap, dan pengalokasian anggarannya sudah direncanakan pada 2027 mendatang,” jelasnya.
Seirama dengan komitmen pemerintah daerah, rangkaian kegiatan keagamaan di lokasi acara diawali dengan pengajian yang menghadirkan tokoh ulama setempat untuk memberikan pesan ketakwaan. Acara ini dihadiri oleh jajaran Camat Pringgasela, Kepala Desa, pengurus masjid, serta tokoh masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus memupuk kebersamaan antarwarga desa,” ujar Penceramah Pengajian Tuan Guru Tanwil Ahmad.
Tuan Guru Tanwil Ahmad menambahkan bahwa keberadaan masjid yang nyaman akan menjadi benteng moral bagi para pemuda di tengah derasnya arus modernisasi. Kehadiran para pejabat daerah dan tokoh agama dalam momen peletakan batu pertama ini mencerminkan sinergi yang harmonis antara pemerintah dan ulama.
“Dukungan penuh dari para pemimpin daerah dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama agar pembangunan fasilitas ibadah ini berjalan lancar,” pungkasnya.*

















