Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri Dinilai Paling Berpeluang Besar Pimpin KONI NTB

Lalu Pathul Bahri dinilai berpeluang besar pimpin KONI NTB berkat jejaring politik, penguatan sport tourism Mandalika, hingga rekam jejak prestasi olahraga Lombok Tengah.

PorosLombok.com – Bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak menghangat seiring munculnya nama Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. Tokoh yang akrab disapa Miq Hul tersebut dinilai menyimpan sederet modal strategis yang sangat potensial untuk memajukan prestasi olahraga di wilayah NTB, Sabtu (8/8).

“Ada empat faktor kunci yang menjadi peluang besar bagi Miq Hul untuk mendorong lompatan kemajuan olahraga prestasi di NTB,” kata Direktur Nusra Institute, M. Roby Satriawan.

Jejaring politik dan sinergi pemerintahan menjadi faktor pertama yang membuat posisi Ketua DPD Partai Gerindra NTB tersebut sangat diuntungkan. Kemudahan akses komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat diprediksi bakal memperlancar koordinasi serta pembukaan kran anggaran pembinaan para atlet.

“Kesamaan jalur komunikasi politik berpotensi mempermudah koordinasi dan advokasi anggaran untuk pembinaan olahraga, termasuk program pemusatan latihan daerah jelang PON,” jelasnya.

Pengalaman mengelola Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok Tengah juga menjadi nilai tambah kedua yang patut diperhitungkan. Keberadaan Sirkuit Mandalika dan berbagai event internasional dinilai bisa diintegrasikan dengan pembinaan atlet demi mendongkrak sektor sport tourism daerah.

“Sirkuit Mandalika dan agenda olahraga nasional maupun internasional bisa dipadukan untuk meningkatkan eksposur atlet sekaligus menggairahkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Peluang akselerasi pembangunan sarana dan prasarana olahraga berkualitas menjadi modal keunggulan ketiga yang disorot dari sosok bupati tersebut. Kolaborasi erat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat diyakini memicu lahirnya fasilitas latihan modern seperti stadion hingga pusat pelatihan daerah.

“Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai merupakan faktor vital dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan daya saing daerah,” katanya.

Faktor keunggulan keempat berpusat pada jaminan peningkatan kesejahteraan bagi para atlet berprestasi di tingkat regional maupun nasional. Dukungan penuh pemerintah diyakini melahirkan kebijakan afirmatif seperti pemberian bonus, beasiswa pendidikan, hingga jaminan karier di instansi pemerintah atau BUMD.

“Pemerintah yang kuat bisa menghadirkan bonus prestasi, beasiswa pendidikan, hingga peluang bekerja bagi para atlet sesuai ketentuan,” terangnya.

M. Roby Satriawan memaparkan bahwa keunggulan Miq Hul tidak berhenti pada ranah politis dan konsep manajerial semata. Rekam jejak nyata sang bupati dalam memajukan cabang olahraga di daerah asalnya telah membuktikan kapasitas kepemimpinannya di lapangan.

“Rekam jejak kepemimpinan beliau dalam membina berbagai cabang olahraga di Lombok Tengah sudah teruji dan membuahkan hasil nyata,” katanya.

Pembuktian kualitas pembinaan tersebut terlihat jelas saat gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XXI beberapa waktu lalu. Kontingen Kabupaten Lombok Tengah secara mengejutkan berhasil melonjak drastis dari posisi kelima hingga merebut peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali.

“Lonjakan prestasi Lombok Tengah dari peringkat lima ke peringkat dua Porprov NTB menjadi bukti nyata sentuhan dinginnya,” terangnya.

Segudang portofolio manis serta peningkatan perolehan medali emas tersebut dinilai menjadi modal sosial yang sangat berharga. Pengalaman memimpin daerah sekaligus mengurusi induk organisasi olahraga membuktikan kemampuannya dalam mengeksekusi program pembinaan atlet secara terukur.

“Pengalaman memimpin pemerintahan, membina cabang olahraga, serta capaian prestasi Lombok Tengah pada Porprov menjadi modal yang sangat layak diperhitungkan,” tegasnya.

Kendati demikian, konstelasi akhir penentuan figur pemimpin olahraga tertinggi di NTB tersebut tetap kembali pada dinamika forum musyawarah. Seluruh pemilik suara sah dari pengurus cabang olahraga serta KONI kabupaten/kota memegang kendali penuh atas hak pilih mereka.

“Namun, pada akhirnya keputusan strategis ini tetap berada sepenuhnya di tangan para pemilik suara dalam proses pemilihan Ketua KONI NTB,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU