PorosLombok.com – Pemkab Lombok Timur menerima kunjungan evaluasi lapangan Tim Penilai Utama dari Kemenko Perekonomian RI untuk penilaian lanjutan TPAKD Award 2026 pada Kamis (6/8).
“Program Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit Tanpa Bunga yang berjalan sejak 2020 ini sengaja terus kita lanjutkan karena dampaknya sangat besar,” jelas Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin.
Program pembiayaan tanpa bunga yang awalnya berfokus pada peternak sapi dan pelaku UMKM kini siap diekspansi secara luas. Pemerintah daerah mulai mengarahkan terobosan baru ini untuk memperkuat sektor pertanian komoditas unggulan daerah.
“Lotim Berkembang ini juga akan kami ajukan program baru berupa kegiatan terpadu porangisasi untuk mendukung para petani lokal,” ujarnya.
Langkah peruntukan bagi petani porang ini dirancang khusus guna menjamin ketersediaan bahan baku industri pengolahan yang sudah beroperasi. Pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi lokal demi mempercepat pengentasan kemiskinan.
“Semata-mata semuanya adalah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, dan mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.
Dukungan terhadap langkah pembiayaan rakyat ini mendapat apresiasi tinggi dari Kemenko Perekonomian RI melalui Ketua Tim Penilai Utama TPAKD, Erdiriyo. Jajaran tim pusat menilai komitmen dan sinergi lintas sektor di daerah ini berjalan sangat solid.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan komitmen penuh seluruh pihak yang terlibat dalam menjalankan program TPAKD di Lombok Timur,” katanya.
Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kemenko Perekonomian tersebut menjelaskan bahwa verifikasi lapangan dilakukan secara ketat. Kedatangan tim bertujuan memastikan efektivitas intervensi program terhadap peningkatan literasi masyarakat.
“Penilaian lapangan ini penting untuk melihat lebih dekat bagaimana dampak nyata program TPAKD terhadap peningkatan literasi inklusi keuangan warga,” terangnya.
Tahapan verifikasi tatap muka ini menjadi rangkaian lanjutan setelah daerah berhasil melewati tahapan virtual assessment TPAKD Award pada Juli lalu. Evaluasi mencakup peninjauan langsung ke kelompok masyarakat hingga pelajar penerima manfaat.
“Hasil evaluasi virtual assessment bulan lalu kini kita cocokkan langsung dengan fakta dan manfaat riil yang dirasakan warga di lapangan,” ujarnya.
Pemerintah pusat berharap keberhasilan program pembiayaan terpadu di daerah ini dapat menjadi inspirasi nasional dalam mendorong kemandirian ekonomi. Keberlanjutan inovasi keuangan inklusif diharapkan mampu terus menjaga ketahanan ekonomi warga secara berkelanjutan.
“Semoga pencapaian dan inovasi program inklusi keuangan di daerah ini bisa terus dipertahankan serta ditingkatkan kemanfaatannya bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

















