Plt Baru Selaparang Finansial Langsung Ditembak Masalah NPL

Bupati Lombok Timur menunjuk Plt Dirut PT Selaparang Finansial dalam RUPSLB. Pimpinan baru diminta fokus menurunkan kredit macet (NPL) usai direksi lama setor deviden Rp2,3 M.

PorosLombok.com — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Selaparang Finansial di Pendopo Bupati Lombok Timur resmi menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan baru, Jumat (28/8/2026).

“Langkah penunjukan Pelaksana Tugas ini sangat krusial agar tidak ada kekosongan kepemimpinan, sehingga operasional bisnis dan penanganan kredit macet berjalan efektif,” kata Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin.

Pemerintah Daerah menegaskan bahwa jajaran pimpinan baru wajib bekerja ekstra disiplin untuk menekan angka Non Performing Loan (NPL) yang masih membengkak demi menyehatkan struktur keuangan BUMD.

“Jadi upaya kita hari ini, terutama Direktur yang menjadi Plt, kita berharap agar tugas-tugas rutin menjadi perhatian khusus, pekerjaan lebih efektif, dan lebih disiplin,” ujarnya.

Sinergi penuh dari seluruh elemen internal dan instansi terkait menjadi syarat mutlak untuk mengeksekusi strategi penyelamatan aset daerah secara tepat sasaran.

“Semua petugas-petugas lainnya mendukung, sehingga kesehatan dari Selaparang Finansial dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa lebih sehat,” tegasnya.

Di samping menuntut pembenahan internal, Pemerintah Daerah memberikan apresiasi atas kontribusi nyata jajaran direksi lama yang tetap mampu menyumbang pendapatan bagi daerah.

“Terima kasih atas pengabdian pejabat purna tugas, mudah-mudahan selepas dari jabatan ini bisa lebih tenang dan membina kehidupan lebih baik bersama keluarga,” katanya.

Peralihan kepemimpinan ini menjadi momen emosional sekaligus ajang pembuktian rekam jejak bagi jajaran direksi yang telah mengabdi hingga puluhan tahun.

“Tentu tidak mudah mengemban amanah jabatan selama ini, tetapi ini saatnya kami berpamitan kepada Bupati dan semua jajaran yang telah membantu tugas kami,” kata Direktur Utama PT Selaparang Finansial purna tugas, Iva Nuril Solihani.

Nakhoda lama yang mengabdi selama 25 tahun itu memastikan telah menyelesaikan kewajiban krusial perusahaan sebelum resmi menyerahkan estafet kepemimpinan kepada pimpinan baru.

“Saat ini alhamdulillah, dividen dan utang pajak telah dilunasi, selanjutnya diharapkan fokus pada penyelesaian masalah utama yakni penurunan NPL,” katanya.

Rekam jejak setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,3 miliar kini menjadi standar tolok ukur sekaligus tantangan besar bagi jajaran manajemen baru.

“Kami berharap estafet kepemimpinan ini berjalan mulus dan membawa PT Selaparang Finansial menjadi jauh lebih baik lagi di masa depan,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU