MotoGP Mandalika 2026 Pecah Rekor 157 Ribu Penonton, Dampak Ekonomi Dirasakan Warga NTB

MotoGP Mandalika 2026 sukses digelar dengan rekor 157.875 penonton, kemenangan bersejarah Marc Marquez, serta lonjakan okupansi hotel dan ekonomi warga NTB.

PorosLombok.com — Gelaran MotoGP Mandalika 2026 resmi berakhir dengan torehan rekor baru setelah mencatatkan jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraannya di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada 9–11 Oktober 2026.

Total kehadiran penonton selama tiga hari penyelenggaraan mencapai 157.875 orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 12,5 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang mencatatkan 140.324 penonton.

Keberhasilan ajang balap dunia ini tercermin dari antusiasme pengunjung serta kesiapan masyarakat lokal. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut capaian tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi daerah di tingkat internasional.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras. MotoGP bukan hanya keberhasilan penyelenggara, tetapi juga kebanggaan masyarakat NTB. Kita telah membuktikan bahwa orang-orang NTB bukan hanya mampu menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu bekerja dengan standar dunia,” katanya.

Persaingan seru di lintasan turut diwarnai aksi Marc Marquez yang akhirnya berhasil finis di posisi keenam pada balapan utama, Minggu (11/10/2026). Hasil ini mengakhiri rekor buruk pembalap Ducati Lenovo Team tersebut yang selalu gagal finis sejak edisi 2022.

Momen menarik terjadi saat parade di Mataram pada Rabu (7/10/2026), ketika Lalu Iqbal memberikan sembeq, tradisi doa khas masyarakat Sasak, kepada pembalap asal Spanyol tersebut demi kelancaran balapan.

“Marc Marquez, saya doakan kamu. Ini tanggal ganjil, insyaallah kamu bisa melewati tikungan-tikungan itu dengan lancar. Sudah saya sembeq,” kata Iqbal saat itu.

Kelancaran operasional di dalam sirkuit didukung penuh oleh keterlibatan warga lokal. Seluruh petugas marshal dan volunteer yang bertugas merupakan tenaga kerja asal NTB, didampingi ratusan pelaku UMKM yang ikut memadati area sekitar ajang.

Lonjakan pengunjung berdampak langsung pada tingkat hunian kamar hotel di kawasan Mandalika yang terisi penuh 100 persen. Tingginya pemesanan kamar meluas hingga ke kawasan penyangga pariwisata lainnya seperti Mataram dan Senggigi.

Peningkatan aktivitas pariwisata memicu lonjakan permintaan bahan pangan lokal secara drastis. Kebutuhan komoditas perikanan sejumlah hotel naik hingga 10 kali lipat, dari 50 kilogram menjadi 600 kilogram per pesanan setiap hari.

Penyerapan hasil laut oleh industri perhotelan dirasakan langsung para nelayan. Tingginya konsumsi lokal membuat komoditas unggulan daerah seperti lobster terserap sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama ajang berlangsung.

“Sejak seminggu terakhir kami bahkan tidak mengirim lobster ke Jakarta. Semuanya untuk pasar lokal,” kata Ketua Umum Serikat Nelayan Independen NTB Hasan Saipul Rizal,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU