PorosLombok.com — Ajang balap motor dunia MotoGP di Sirkuit Mandalika sukses mendorong kemajuan daerah. Sinergi momentum akbar ini terbukti memicu kebangkitan ekonomi lokal serta memperluas jangkauan promosi wilayah Nusa Tenggara Barat ke tingkat internasional secara masif.
“Suksesnya MotoGP menjadi dampak yang positif untuk tiga program unggulan Provinsi NTB,” kata Anggota DPRD Provinsi NTB, Hj. Lale Yaqutunnafis pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Dampak langsung perhelatan kelas dunia tersebut mencakup percepatan pariwisata daerah. Kedatangan ribuan penonton internasional menjadi pembuktian bahwa fasilitas pendukung serta keindahan alam pulau ini sangat siap bersaing di panggung global secara berkelanjutan.

“Wisata mendunia karena tamu-tamu dari seluruh dunia bertambah mengenal NTB,” ujarnya.
Ajang internasional ini turut memperkuat ketahanan ekonomi warga sekitar. Efek domino dari pergerakan wisatawan langsung menyentuh sektor prioritas, sehingga rantai pasok pangan lokal serta kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah ikut terangkat signifikan.
“Tiga program unggulan yang dapat dampaknya yaitu wisata mendunia, ketahanan pangan, dan turunkan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Seirama dengan agenda di Lombok Tengah, pergerakan ekonomi rakyat juga terakselerasi lewat perayaan keagamaan di Lombok Timur. Perhelatan bersejarah ini menyatukan pergerakan massa dalam satu tradisi yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial masyarakat NTB.
“Dua gawe besar di Lombok NTB pada 11 Oktober 2026 adalah Hultah Madrasah NWDI ke-91 di Anjani Lombok Timur dan MotoGP Mandalika di Lombok Tengah,” bebernya.
Kerumunan warga dalam perayaan tahunan tersebut menggerakkan roda perekonomian pedagang kecil dari berbagai wilayah. Tingginya transaksi jual beli selama acara berlangsung menciptakan perputaran uang yang sangat cepat bagi para pelaku usaha mikro di seluruh lokasi.
“Dua gawe besar ini sama-sama meningkatkan UMKM dan PKL yang omzetnya naik, di mana pedagang dari semua kabupaten dan kota di NTB berjualan sepanjang jalan dan lapangan arena selama tiga hari sebelum dan sesudah acara,” terangnya.
Geliat ekonomi lokal ini kian semarak dengan kehadiran perwakilan Presiden RI yakni Wakil Perencanaan BUMN RI serta jajaran Kadis Pemprov NTB di Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani. Kehadiran pejabat publik dan jamaah menegaskan pentingnya pondasi pendidikan daerah.
“Perwakilan NW luar negeri juga Hadir, serta 38 provinsi yang berdampak pada ekonomi masyarakat, di mana pendidikan adalah dasar utama merdeka dari kebodohan, kemiskinan, dan penindasan karakter beragama dan berbangsa,” pungkasnya.


















