(PorosLombok.com) – Sejak awal September 2025, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mulai dirasakan oleh sekolah-sekolah di Kecamatan Sikur. Program nasional ini dirancang untuk memperbaiki asupan gizi siswa sekaligus menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia.
Ketua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kecamatan Sikur, Lalu Haditya Arria Rahmana, mengatakan sudah ada tiga dapur yang beroperasi. Dapur tersebut yakni Anugerah dan Melzia di wilayah Sikur Barat, serta Karisma di Desa Gelora.
“Untuk kuota penuh di Kecamatan Sikur seharusnya tersedia 11 dapur. Namun, hingga kini baru tiga yang benar-benar berjalan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada, Rabu (24/09).
Dapur Anugerah menjadi yang paling produktif karena telah menyalurkan 3.602 porsi setiap hari ke 16 sekolah. Penerima manfaat tersebar dari jenjang TK, SD, hingga SMK di kawasan Sikur.
Menurut Adit, Dapur Karisma melayani kebutuhan 2.508 porsi per hari untuk 17 sekolah. Distribusi ini menjangkau sekolah dasar, madrasah, hingga SMA di Desa Gelora dan Kotaraja.
“Sedangkan Dapur Melzia saat ini menyuplai 1.268 porsi per hari. Jumlah itu disalurkan ke 10 sekolah di Montongbaan dan sekitarnya,” katanya.
Ia menambahkan, dua dapur baru akan mulai beroperasi pada 29 September. Dapur tersebut berlokasi di Desa Darmasari dan Desa Sikur Selatan.
“Selain itu ada beberapa dapur lain yang masih proses izin maupun verifikasi. Di antaranya ada di Desa Loyok, Gelora, dan Darmasari,” jelasnya.
Menurutnya, setiap dapur harus melalui prosedur ketat sebelum beroperasi. Tahapannya dimulai dari pengajuan, survei, hingga persiapan teknis.
“Kalau statusnya masih tahap verifikasi, kami minta jangan dulu membangun dapur. Kalau sudah persiapan, kita dampingi sesuai juknis,” terangnya.
Ia optimistis seluruh sekolah di Kecamatan Sikur sudah terserap program MBG pada akhir 2025. Dengan demikian, tidak ada lagi lembaga pendidikan yang tertinggal.
“Mudah-mudahan akhir tahun semua sekolah di Sikur sudah terserap. Jadi tidak ada lagi keluhan karena belum mendapatkan jatah MBG,” tegasnya.
Terkait menu makanan, ia memastikan sejauh ini belum muncul protes dari sekolah. Hanya saja sesekali ditemukan kekurangan menu akibat kelalaian petugas.
“Terkadang ada yang kurang buah di satu atau dua ompreng. Kalau begitu, langsung kita ganti,” pungkasnya.
(Erwin/PorosLombok)















