Lombok Timur, PorosLombok.com – Baru dilantik genap sebagai Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata Lombok Timur, Ahmad Roji, SH langsung bikin gebrakan.
Event budaya Gawe Adat Inan Dowe di Desa Loyok, Kecamatan sikur langsung jadi perhatiannya, event yang akan digelar Juni 2025 itu bukan sekadar tradisi tahunan, tapi momentum untuk menggerakkan ekonomi warga.
“Ini bukan cuma soal budaya, tapi soal perut rakyat juga. Anyaman bambu di Loyok punya potensi luar biasa, tinggal kita poles dan angkat,” tegas Ahmad Roji Kemarin saat ditemui usai pelantikan di Pendopo Bupati Lombok Timur, Kamis (10/4).
oji menyebut akan all out memperkuat pariwisata dari akar rumput. Ia bakal menggandeng semua dinas terkait dan seluruh stakeholder pariwisata untuk bergerak bersama.
“Kita harus kerja kolaboratif. Semua elemen harus jalan bareng,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Roji juga bakal mendorong seluruh pemilik homestay, penginapan, dan usaha wisata lainnya untuk mengurus legalitas.
“Banyak yang belum masuk sistem. Kalau legal, mereka bisa dapat pembinaan dan PAD kita juga ikut naik,” ucapnya.
Ia bahkan siap mengundang dan bersilaturrahmi langsung dengan pemilik penginapan, travel, hingga para pemandu wisata se-Lombok Timur.
Soal infrastruktur? Roji tak tinggal diam. Ia menekankan pentingnya pembangunan dan perbaikan fasilitas umum demi menunjang sektor wisata.
“Kalau jalannya rusak, fasilitas minim, wisatawan ogah datang. Ini PR besar yang harus dituntaskan,” cetusnya.
Lebih menarik lagi, Roji mendorong pembangunan sektor pariwisata berbasis akademis. Ia juga mengusulkan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan dana BOS untuk kegiatan wisata edukatif siswa.
“Minimal dua kali setahun, siswa diajak pesiar ke destinasi wisata di Lombok Timur. Ini bukan cuma healing, tapi juga pembelajaran langsung,” katanya.
Sebagai penutup, Roji menegaskan komitmennya untuk terus memantik lahirnya event-event lokal yang jadi daya tarik pariwisata berbasis budaya.
“Event lokal itu denyut nadi wisata kita. Harus kita hidupkan terus!” pungkasnya (arul/poroslombok)















