Ambruk Sejak 2016, Koperasi Handayani Bikin Ratusan Guru Gigit Jari

Lombok Timur, PorosLombok.com – Ratusan guru dan pensiunan di Lombok Timur terpaksa gigit jari. Pasalnya, dana simpanan mereka di KPRI Handayani belum bisa dicairkan hingga sekarang.

Koperasi yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur itu sudah tak beroperasi sejak 2016. Namun, dana milik para anggota masih tertahan tanpa kejelasan.

“Uang yang disetorkan masing-masing anggota bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah,” ujar kuasa hukum anggota, M. Agus Setiawan, SH, MH, Rabu (14/5).

Agus menyebut total dana yang belum kembali mencapai Rp 4,6 miliar. Jumlah anggota yang terdampak sekitar 300 orang. Mereka sudah menunggu bertahun-tahun, tapi hasilnya nihil.

Pada 2022 lalu, koperasi sempat menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dalam forum itu, disepakati pembentukan Tim Penyelesaian Tabungan dan Simpanan.

“Namun sampai detik ini, ternyata dana tersebut tidak dapat dikembalikan kepada klien kami,” tegasnya.

Ironisnya, pihak koperasi tidak memberi kejelasan soal kapan dana itu akan dikembalikan. Hal ini membuat para anggota makin resah.

“Atas dasar itulah para anggota, yang kebanyakan guru dan pensiunan, mengadukan persoalan ini ke kami, LRI,” kata Agus.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Koperasi Handayani, H. Sirman, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.

(*/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU