LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com || Komisi X DPR RI menggelar rapat tertutup dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pada Selasa (22/4/2025) kemarin. Agenda rapat tertutup tersebut membahas anggaran Kemendikdasmen tahun 2025.
Mengutip Antaranews.com, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani yang ditanya wartawan usai rapat mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan tunjangan kepada guru-guru non-ASN dengan besaran berkisar Rp.300 ribu hingga Rp.500 ribu.
“Jadi, guru-guru non-ASN dan kualifikasi tertentu nanti akan diberikan tunjangan, besarnya sedang dihitung antara Rp.300.000 sampai dengan Rp500.000,” ungkap Lalu Hadrian kepada wartawan usai mengikuti rapat antara Komisi X DPR bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang digelar secara tertutup di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Menurut Miq Ari panggilan akrab Lalu Hadrian Irfani, kebijakan tersebut akan diumumkan langsung pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei mendatang.
Menanggapi itu, anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur Komisi II, Dedy Akwarizal Pebrianto yang kerap dipanggil Dedy Botak memberikan apresisai yang tinggi terhadap rencana Pemerintah memberikan tunjangan pada guru Non ASN dan Kualifikasi tertentu.
“Kami sangat mengapresiasi rencana Pemerintah untuk memberikan tunjangan pada guru Non ASN,” kata Dedy Botak menjawab PorosLombok.com, Rabu (23/04).
Diungkapkan dia, rencana pemberian tunjangan tersebut merupakan usulan dari H. Lalu Hadrian Irfani Aggota DPR RI Perwakilan NTB dari Fraksi PKB, yang menjabat Wakil Ketua Komisi X.
Terkait Tunjangan guru Non ASN dengan kualifikasi tertentu ini sudah disetujui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Jadi, guru Non ASN dan Kualifikasi tertentu nanti akan diberikan tunjangan minimal Rp.300 ribu sampai Rp 500 ribu,” sebutnya.
Yang jelas, imbuh dia, nominal dan jumlah penerimanya belum dipastikan, masih proses pendataan dan penghitungan. Namun begitu, politisi Partai PKB ini berharap agar nantinya seluruh guru Non ASN dapat tercover semuanya.
Selain itu Dedy Botak juga sangat setuju dengan Penjurusan kembali untuk kelas 12 atau Kelas 3 SMA, dengan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa.
Dengan kembalinya kurikulum lama, Siswa Siswi justru akan dengan mudah mendapatkan kompetensinya dan sangat membantu untuk menentukan jurusan menuju jenjang perguruan tinggi, sehingga siswa siswi memilih jurusan di jenjang perkuliahan tidak asal asalan.
“Saya sangat setuju dengan
usulan-usulan ini, dan ini semua akan diumumkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto
pada tanggal 2 Mei nanti yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
“Semoga berkah dan bermanfaat untuk kita semua,” tutup Dedy Botak.
Anas/PL















