close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.6 C
Jakarta
Kamis, Januari 22, 2026

Bangkitkan Solidaritas Sasak, Lalu Iqbal: Kita Hadir untuk Semua, Bukan untuk Segelintir

(PorosLombok.com) — Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengajak masyarakat Sasak memperkuat kembali solidaritas dan rasa tanggung jawab bersama untuk memajukan daerah.

Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi dan Milad ke-30 Majelis Adat Sasak (MAS) di D’Golong Narmada, Rabu (10/12/2025).

Dalam sambutannya, Lalu Iqbal menegaskan bahwa anugerah adat tidak seharusnya dimaknai hanya sebagai gelar atau penghormatan seremonial. Baginya, penghargaan itu justru menjadi pengingat amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Ini pengingat amanah. Amanah untuk memperjuangkan kemakmuran dan menjaga marwah Bangse dan Gumi Sasak, serta NTB pada umumnya,” ujarnya.

Mantan Dubes ini menekankan bahwa karakter memimpin masyarakat Sasak bukan hanya tentang keberanian, tetapi juga tentang hati yang tulus. Ia menegaskan kepemimpinan Sasak harus hadir untuk semua suku dan golongan tanpa terkecuali.

“Kita memimpin dengan hati, tetapi tetap visioner dan tegas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Iqbal kembali menegaskan nilai inti karakter masyarakat Sasak: tindih, maliq, dan merang. Tindih berarti jujur dan berintegritas, maliq mengajarkan kepatuhan pada nilai serta norma agama, sementara merang menunjukan sikap rendah hati namun tidak bisa direndahkan.

Ia menekankan bahwa ketiga karakter itu tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga harus menjadi landasan memimpin dan bekerja. Menurutnya, karakter itulah yang membuat orang Sasak tidak mudah mengorbankan kepentingan bersama demi keuntungan sesaat.

“Orang Sasak tidak mengorbankan kepentingan kolektif hanya untuk sesuap nasi,” tegasnya.

Iqbal kemudian mengingatkan kembali bagaimana solidaritas di Pulau Lombok pernah menyatu dalam Pilgub 2024. Ia menilai energi kebersamaan itu harus terus dirawat, bukan hanya untuk urusan politik, tetapi juga untuk pembangunan daerah.

“Soliditas hanya akan bertahan kalau kita rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk meninggalkan perselisihan masa lalu dan fokus pada masa depan. Menurutnya, move on menjadi sikap penting agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

“Kita harus move on agar ada ruang untuk fokus membangun NTB,” katanya.

Dalam pidatonya, Iqbal mengingatkan bahwa musuh terbesar masyarakat Sasak hari ini bukanlah perbedaan pilihan politik, apalagi sesama saudara. Menurutnya, tantangan utama yang harus diperangi bersama adalah kebodohan dan kemiskinan. NTB masih berada dalam daftar 12 provinsi termiskin di Indonesia, dengan hampir 700 ribu penduduk miskin dan lebih dari 100 ribu warga masuk kategori miskin ekstrem di 106 desa.

Ia menegaskan kondisi itu menuntut semua pihak untuk memperkuat jati diri Sasak melalui tindih, maliq, dan merang dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Adalah hak rakyat NTB untuk makmur. Karena itu juga hak mereka mendapatkan suasana yang kondusif agar pemerintah bisa fokus membangun,” tutup Iqbal.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER