(PorosLombok.com)– Bank NTB Syariah akhirnya kembali mendapatkan akses untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah sebelumnya sempat diblokir akibat persoalan internal.
Hal itu dipastikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), Jumat (5/12/2025).
Iqbal mengatakan, pemblokiran dilakukan pemerintah pusat karena bank daerah tersebut dinilai tidak kredibel dalam pengelolaan manajerial. Kondisi itu membuat Bank NTB Syariah kehilangan kewenangan untuk menyalurkan KUR sepanjang tahun ini.
“Statusnya kemarin diblok dari akses KUR, karena ada masalah beberapa. Sekarang sudah saya minta selesaikan bloknya dan sudah bisa,” kata Iqbal kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa pembenahan menyeluruh telah dilakukan melalui restrukturisasi jajaran direksi, komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah. Pemerintah meminta agar penyaluran KUR dilakukan secara bertahap demi mengembalikan kepercayaan publik.
“Tahun depan sudah bisa menyalurkan KUR, baik untuk PMI, UMKM, koperasi, dan perumahan. Kita mulai dari yang kecil dulu untuk bangun lagi kredibilitas,” ujarnya.
Selain itu, Iqbal mengungkapkan Bank NTB Syariah kini dijajaki sebagai pengelola dana program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang akan masuk ke NTB mulai 2026. Nilainya disebut mencapai sekitar Rp 5,7 triliun per tahun.
Menurut Iqbal, rencana kerja sama tersebut akan dimatangkan dalam penandatanganan MoU yang dijadwalkan pada 12–13 Desember mendatang.
“Kepala MBG sudah menyetujui. Kita tinggal tanda tangan MoU,” tambahnya.
Gubernur juga menuntut arah bisnis bank daerah itu tidak lagi didominasi pembiayaan konsumtif. Ia meminta fokus pada sektor produktif yang mendukung agenda pemerintah pusat dan daerah seperti UMKM, PMI, Kampung Nelayan, Kopdes Merah Putih, hingga program MBG.
Iqbal menutup bahwa Bank NTB Syariah juga akan diperkuat di bidang SDM dan teknologi informasi. Bank tersebut akan memiliki pejabat khusus pengelola IT yang kini tengah dalam proses rekrutmen, termasuk kemungkinan mengambil talenta dari bank digital nasional.
“Ikhtiar ini termasuk menyiapkan SDM putra-putri NTB. Maksimal empat tahun, saya ingin bank ini dipimpin anak daerah,” tegasnya.
(Redaksi/PorosLombok)













