(PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Koperasi terus mempercepat penyaluran bantuan modal bagi pelaku UMKM. Program dengan target 31 ribu penerima ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar.
Tahapan administrasi saat ini telah mencakup tujuh kecamatan. Progres di Kecamatan Sikur menjadi salah satu yang tengah dipacu karena berfokus pada penandatanganan SPTJM dan penyusunan SPJ.
“Proses di Sikur sedang berjalan intensif, khususnya kelengkapan administrasi seperti SPTJM dan SPJ,” ujar Kabid Pemberdayaan UKM, Zulkarnain, Senin (1/12/25).
Selain itu, perbaikan nomor rekening penerima juga terus dilakukan. Data rekening yang valid dibutuhkan sebagai syarat pengajuan SPJ ke BPKAD.
“Rekening harus benar dan lengkap karena menjadi persyaratan mutlak sebelum SPJ diajukan,” jelasnya.
Penyaluran dilakukan bertahap sesuai kesiapan tiap wilayah. Kecamatan yang lebih dulu melengkapi SPJ akan langsung diproses untuk pengajuan SPP dan SPM ke BPKAD.
“Transfer dilakukan per kecamatan. Mana yang lebih dulu lengkap, itu yang diproses dulu,” kata Zulkarnain.
Pihak terkait memastikan percepatan penyaluran tetap diprioritaskan. Selama seluruh dokumen terpenuhi, dana dapat segera diterima pelaku usaha.
“Penyaluran akan dipercepat begitu administrasi sudah 100 persen,” tegasnya.
Pemkab juga menekankan bahwa bantuan harus dimanfaatkan sebagai modal usaha, sesuai arahan Bupati yang melarang penggunaan untuk kebutuhan konsumtif.
“Pesan Bupati sangat jelas, dana ini wajib digunakan mengembangkan usaha, bukan dipakai untuk hal konsumtif,” ujarnya.
Program ini diharapkan memberi dorongan pada pemulihan ekonomi lokal dan memperkuat daya saing UMKM di Lombok Timur.
(Erwin/PorosLombok)



















