Bau Politik di Balik Organisasi Mengatasnamakan Sasak, Pemuda Sasak NTB Angkat Suara

(PorosLombok.com) — Rencana deklarasi organisasi pemuda yang mengatasnamakan Suku Sasak mulai menuai perhatian.

Ketua Pemuda Sasak NTB, Alex Wahyudi, menilai gerakan tersebut patut dicermati karena berpotensi memicu perpecahan di tengah pemuda dan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Alex menegaskan, Pemuda Sasak NTB tetap berada di garis dukungan terhadap program-program Gubernur NTB yang berjalan sesuai koridor konstitusi dan kepentingan daerah. Ia menyatakan penolakan terhadap segala bentuk gerakan yang mengarah pada tindakan inkonstitusional.

Menurutnya, membawa identitas kesukuan dalam sebuah gerakan tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika tidak dilandasi niat yang jelas dan sehat, langkah tersebut justru bisa menjadi pemicu konflik horizontal, terutama di kalangan pemuda Sasak sendiri.

“Kami menolak gerakan apa pun yang berpotensi memecah belah pemuda Sasak di NTB. Jangan sampai persatuan dikorbankan demi kepentingan tertentu,” tegas Alex, Kamis (25/12/2025).

Ia mengingatkan, Suku Sasak memiliki nilai budaya dan sejarah panjang yang menjunjung tinggi kebersamaan. Identitas itu, kata dia, seharusnya menjadi perekat, bukan alat untuk memancing kegaduhan.

Alex juga mengaku mencium adanya agenda tersembunyi di balik rencana deklarasi organisasi tersebut. Ia menduga, sentimen kesukuan sengaja dimainkan untuk kepentingan politik jangka pendek.

“Kalau dicermati, ada bau politiknya. Suku Sasak seolah dijadikan komoditas, dipakai saat dibutuhkan, lalu ditinggalkan,” ujarnya.

Terkait potensi gangguan ketertiban, Alex menegaskan Pemuda Sasak NTB tidak akan tinggal diam. Ia menyebut pihaknya siap mengambil langkah tegas jika ada pihak yang mencoba mengacaukan situasi di daerah.

“Kami siap bertindak jika ada yang mengganggu ketertiban di Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Ia menambahkan, Pemuda Sasak NTB di bawah kepemimpinannya bukan organisasi dadakan. Selama hampir 15 tahun berdiri dan berkiprah di NTB, organisasi ini konsisten fokus pada urusan kemasyarakatan, penguatan pemuda, dan menjaga harmoni sosial.

“Sejak awal kami bergerak untuk masyarakat. Bukan untuk kepentingan politik sesaat,” ucapnya.

Alex menegaskan bahwa Pemuda Sasak NTB memilih tetap fokus menjaga persatuan dan stabilitas daerah. Baginya, yang terpenting bukan soal siapa paling keras membawa nama suku, melainkan bagaimana NTB tetap aman, rukun, dan tidak dijadikan arena tarik-menarik kepentingan.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU