MATARAM, PorosLombok.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, Senin (9/12) pagi.
BMKG memperkirakan wilayah NTB berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Dalam informasi yang dirilis melalui laman resmi BMKG NTB, cuaca ekstrem tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 08.10 WITA dan berlangsung hingga pukul 11.00 WITA. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor.
Hujan lebat yang disertai angin kencang dapat menyebabkan sejumlah gangguan seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga genangan air. BMKG juga meminta warga menghindari berada di tempat terbuka saat petir menyambar, demi menjaga keselamatan.
Cuaca buruk ini berpotensi mengganggu aktivitas harian masyarakat. Para pelaku usaha, terutama di sektor transportasi laut dan udara, diminta untuk lebih berhati-hati. Kondisi cuaca seperti ini dapat memengaruhi keselamatan pelayaran maupun penerbangan.
Selain itu, BMKG NTB juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mempersiapkan langkah mitigasi, seperti memastikan saluran air berfungsi dengan baik dan melakukan pemangkasan pohon di area rawan tumbang. Langkah ini penting guna meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi.
Sejumlah wilayah di NTB yang kerap menjadi titik banjir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika curah hujan terus meningkat dalam beberapa jam ke depan. BMKG menegaskan akan terus memantau kondisi dan menyampaikan pembaruan jika situasi berubah.
BMKG NTB mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi dan media resmi mereka sebagai sumber informasi terpercaya. Peringatan dini seperti ini diharapkan membantu masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di musim hujan.
Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat di NTB diharapkan tetap siaga dan tidak mengabaikan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh cuaca buruk. Pantauan terkini terkait cuaca dapat diakses melalui website resmi BMKG atau media lokal.
(Arul/PorosLombok)














