Bocah SD Asal Lotim Ini Sabet Segudang Medali Olimpiade Matematika Internasional

Lombok Timur, PorosLombok.com – Arkharega Nabigh Essadio, bocah 10 tahun asal Masbagik, Lombok Timur, mencuri perhatian berkat prestasi gemilangnya di kancah nasional dan internasional dalam bidang matematika dan sains.

Siswa kelas 4 SD Unggulan Hamzanwadi ini sukses memborong medali di sejumlah ajang bergengsi, mulai dari emas, perak, hingga perunggu.

“Dari kecil memang sudah kelihatan, dia suka berhitung, penasaran kalau ada soal yang belum pernah diajari,” ujar sang ayah, dr. Edi Surya Bara, Rabu (14/5).

Melihat potensi putranya, Edi Surya pun tak tinggal diam. Ia segera mencarikan guru les privat untuk Arkharega sejak sang anak masuk bangku SD. Pilihannya jatuh pada Farijan, guru matematika di SMAN 1 Masbagik.

“Alhamdulillah cocok, dia belajar dengan senang,” katanya.

Setiap hari, Arkharega rutin mengerjakan sekitar 10 soal matematika untuk mengasah otak. Meski sibuk belajar, bocah ini tetap menjalani hidup layaknya anak-anak lainnya—main game, olahraga, hingga ikut les bahasa Inggris dan menggambar.

“Dia juga suka main bola dan badminton,” tambah Edi.

Semangat belajar dan dukungan penuh dari orang tua membuat Arkharega terus mencatatkan prestasi. Edi bahkan aktif mencari informasi lomba dan olimpiade, lalu berkoordinasi dengan pihak sekolah agar Arkharega bisa ikut berkompetisi.

“Pendanaannya kami bagi dua, kadang dari kami orang tua, kadang dari sekolah. Yang penting dia bisa ikut dan berkembang,” ungkapnya.

Sejumlah raihan prestisius berhasil disabet bocah ini, di antaranya:

  • Medali Perak di World Mathematics Invitational 2025
  • Medali Perunggu di Singapore and Asian Science and Mathematics Olympiad 2025
  • Medali Perunggu di International Mathematics Exam Center 2024
  • Juara Harapan di International Cambridge Factor Olympiad 2024

Sedangkan di level nasional, Arkharega juga menggondol:

  • Medali Perak di Olimpiade Sains Topaz 2024
  • Medali Perunggu di I Discovered Math and Science Competition 2024
  • Medali Perunggu di Fermat Mathematics Olympiade
  • Medali Perunggu di Copernicus Olympiad National Round

Namun bagi Edi Surya, semua medali itu hanyalah bonus dari proses panjang yang dilalui sang anak dengan penuh perjuangan.

“Yang penting itu prosesnya, bukan hanya hasil. Ada banyak tangisan, lelah, kantuk, bahkan waktu bermain yang dia korbankan,” ujarnya.

Edi pun berpesan kepada para orang tua agar tidak mematikan karakter anak hanya karena ambisi pribadi.

“Dukung apa yang mereka mau selama itu positif. Jangan paksa anak jadi seperti yang kita mau, tapi arahkan sesuai minat dan bakat mereka,” tutupnya.

(*/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU