PorosLombok.com– Sapi lahap makan, pakan berkualitas, tapi berat badannya tak kunjung naik. Kondisi ini kerap bikin peternak bingung dan bisa jadi tertipu. Penyebabnya? Parasit cacing hati yang diam-diam menyerang organ vital ternak.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur mengingatkan agar peternak lebih waspada. Cacing hati ini bukan cuma menghambat penggemukan, tapi juga merusak hati sapi sehingga penyerapan nutrisi terganggu.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Lombok Timur, Hul Tatang mengatakan, meski kasus cacing hati yang ditemukan tidak terlalu banyak, dampaknya sangat merugikan peternak.
“Cacing hati berkembang melalui telur yang berasal dari siput. Telur ini mencemari pakan ternak. Saat termakan, larva cacing bermigrasi ke hati, menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi organ,” ujarnya.Jumat (13/6)
Dampaknya, sapi sulit mencapai bobot ideal meski pakan sudah cukup. Untuk itu, peternak disarankan rutin memeriksakan kesehatan ternak dan memberikan obat cacing setiap 3 sampai 6 bulan.
“Tapi obat cacing hanya efektif membasmi cacing dewasa. Jadi pencegahan lewat kebersihan kandang dan manajemen pakan tetap kunci utama,” tegas Hul Tatang.
Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan di beberapa tempat, kasus cacing hati masih sering ditemukan akibat pemeliharaan yang kurang baik dan pemberian obat cacing yang tidak rutin.
“Kalau jumlah cacingnya besar, bisa menyebabkan nodul pada hati. Bagian hati yang rusak biasanya kami insisi dan buang, sisanya masih bisa dikonsumsi,” kata Hul Tatang.
Dinas Peternakan Lombok Timur berkomitmen terus mendampingi peternak lewat sosialisasi dan layanan kesehatan hewan agar kesejahteraan peternak dan kualitas ternak meningkat.
(arul/PorosLombok)
















