Lotim, Poroslombok.com –
Kasus penipuan yang menimpa Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), khususnya di kabupaten Lombok Timur kembali terjadi.
Baru-baru ini, puluhan CPMI yang berencana berangkat ke Taiwan mengadu ke DPRD Kabupaten Lombok Timur, karena sampai saat ini belum ada kejelasan dari Pihak Perusahaan yang akan memberangkatkan mereka.
Sehingga anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur, Praksi Partai Gerindra, Badran Achsyd menilai bahwa selama ini Satgas CPMI, mempunyai kinerja buruk dalam menangani kasus-kasus PMI khususnya di Lombok Timur.
“Untuk apa ada Satgas, kalau tidak berani melakukan tindakan tegas,” ucapnya saat dikonfirmasi PorosLombok, Selasa (07/03).
Menurut Badran, penyebab utama terjadinya permainan dalam sistem penyaluran PMI, karena selama ini ia menilai pihak terkait kurang tegas dalam menegakkan aturan, sehingga para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab terus melakukan praktek-praktek yang menyimpang dari aturan yang ada.
“Karena ini tidak sekali dua kali kita dengar kasus-kasus terkait CPMI, namun berkali-kali kita terima aduan hearing dari masyarakat dengan kasus yang sama, jadi kesal juga kita dengar ini,” ujarnya.
Dijelaskannya, dengan adanya hearing ke DPRD, tentu pihaknya hanya bisa memfasilitasi, mempertemukan masyarakat dengan pihak terkait, baik Pemda dan Perusahaan. Namun ia menegaskan bahwa dewan akan terus mengawasi masalah tersebut sampai tuntas .
“Makanya dalam hal ini Dinas terkait harus berperan aktif dalam menyelesaikan masalah tentang CPMI ini, kalau hal ini dilakukan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Ia berharap kedepannya hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi, tentu dengan melakukan penegakan secara tegas sesuai aturan-aturan yang belaku.
(Arul/PorosLombok)















