(PorosLombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan performa luar biasa dalam pengelolaan keuangan daerah.
Di tengah tantangan penundaan ekspor tambang, NTB justru mencatatkan kinerja fiskal yang mencuri perhatian pemerintah pusat.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rapat nasional membahas inflasi daerah yang digelar di Jakarta, Senin (7/7).
Tito secara eksplisit menyebut nama Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dalam forum resmi tersebut.
“NTB, Pak. Lalu Iqbal. Terima kasih, Pak. Bapak hebat, Pak,” ujar Tito yang disambut respons positif dari peserta rapat.
Pujian itu bukan tanpa dasar. NTB saat ini menempati posisi kedua secara nasional dalam hal realisasi pendapatan dan belanja daerah.
Angka itu bahkan mengungguli Provinsi Jawa Barat, yang selama ini langganan berada di peringkat teratas.
Realisasi pendapatan NTB tercatat mencapai 46,26 persen, sementara realisasi belanja mencapai 38,99 persen. Capaian ini dinilai mencerminkan tata kelola anggaran yang terukur dan efektif.
“Kerja Gubernur Iqbal dan timnya sangat hebat, terukur, dan disiplin,” kata Tito menegaskan.
Capaian NTB semakin mengesankan mengingat daerah ini tengah menghadapi hambatan serius dari sektor tambang, yang merupakan salah satu sumber andalan pendapatan asli daerah.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang turut hadir dalam rapat juga memberikan apresiasi.
Menurutnya, capaian NTB bukan hanya soal angka, tetapi bukti kepemimpinan yang solid dan berdampak langsung bagi masyarakat.
(Redaksi / PorosLombok)
















