Mataram,PorosLombok.com – Debat perdana Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung pada Rabu malam (23/10). Menjadi sorotan publik. Dalam sesi tanya jawab.
calon Gubernur NTB nomor urut 3.Lalu Muhammad Iqbal, mengajukan pertanyaan menohok terkait utang Pemprov NTB yang mencapai hampir Rp 1,3 triliun kepada calon Gubernur nomor urut 1, Umi HJ Siti Rohmi Djalilah.
Iqbal mempertanyakan alokasi utang tersebut selama Umi Rohmi menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB sejak 2018. Pertanyaan ini langsung menarik perhatian banyak kalangan, mengingat besarnya angka utang yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Umi Rohmi menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah tidak terlepas dari dampak bencana alam dan pandemi COVID-19 yang melanda NTB dalam beberapa tahun terakhir.
“Memang, jika kita bicara APBD pada saat itu, awalnya kami dihadapkan dengan kondisi gempa bumi, dilanjutkan dengan pandemi COVID-19,” ungkapnya, memberikan gambaran tentang situasi yang mempengaruhi kebijakan anggaran.
Lebih lanjut, Umi Rohmi menegaskan bahwa alokasi anggaran bukanlah wewenangnya sebagai Wakil Gubernur. Namun tentunya tidak bisa 100 persen disalahkan mengenai masalah utang. “Saya pahami bahwa dalam kondisi praktis selama lima tahun, tiga tahun lebih kami berada dalam kondisi bencana, yang mungkin menyebabkan utang ini membengkak,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memahami konteks situasi saat itu. “Tapi yang jelas, bukan wewenang saya untuk menjelaskan lebih jauh. Saya kan Wakil Gubernur,” tutupnya.
Debat ini menjadi ajang penting bagi calon gubernur untuk menyampaikan visi dan misi mereka. Tak hanya itu, ini juga merupakan kesempatan untuk memberikan klarifikasi atas isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, debat ini diharapkan dapat membantu masyarakat NTB dalam menentukan pilihan yang tepat di pemilihan mendatang.
(Arul/PorosLombok)














