(PorosLombok.com) – Kota Selong dan sejumlah wilayah di Lombok Timur menghadapi risiko penumpukan sampah seiring musim penghujan yang berlangsung selama dua bulan terakhir hingga awal 2026.
Kondisi ini berpotensi mengganggu fungsi drainase dan memicu genangan air di sejumlah titik rawan.
Curah hujan yang relatif tinggi membuat aliran air membawa berbagai jenis sampah ke saluran drainase. Sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik kerap menyumbat got dan memperlambat aliran air.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur merespons situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas pembersihan drainase, khususnya di kawasan Kota Selong.
Kepala DLH Lombok Timur, Dr. Fathurrahman, mengatakan pihaknya telah bergerak aktif dalam dua bulan terakhir untuk mengantisipasi potensi genangan.
“Dalam dua bulan terakhir ini kami fokus membersihkan got-got di sekitar Kota Selong yang berisiko menyebabkan genangan banjir. Tim kami terus bergerak di lapangan,” ujar Fathurrahman, Selasa (6/1/2026).
Ia menegaskan bahwa pembersihan tidak dilakukan sekali waktu, melainkan dibarengi dengan pemantauan rutin terhadap kondisi saluran air.
“Teman-teman di lapangan juga terus memantau kondisi got yang berpotensi terjadi penyumbatan. Kalau ditemukan tumpukan sampah, langsung ditangani,” katanya.
Menurut Fathurrahman, salah satu penyebab utama tersumbatnya drainase masih berasal dari sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat.
“Masalah utama kita itu sampah. Kalau masih dibuang ke got, sebersih apa pun dibersihkan, pasti akan tersumbat lagi,” ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang sampah dan tidak menjadikan saluran air sebagai tempat pembuangan.
“Kami berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran ini penting supaya drainase bisa berfungsi dengan baik,” tegasnya.
Selain masyarakat, DLH Lombok Timur juga mendorong peran aktif pemerintah desa dan kelurahan dalam memberikan edukasi.
“Kami juga mengharapkan desa dan kelurahan lebih aktif melakukan imbauan kepada warga agar menjaga kebersihan lingkungan,” kata Fathurrahman.
DLH Lombok Timur menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat wilayah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan risiko genangan selama musim hujan.
Dengan langkah pembersihan yang terus dilakukan dan dukungan masyarakat, DLH berharap ancaman gangguan drainase akibat sampah di Kota Selong dapat diminimalkan selama musim hujan berlangsung.
(arul/PorosLombok)













