Duka Ganda Keluarga Janin Sumbawa Barat, Diserang Hoaks Saat Berkabung

Mataram, PorosLombok.com – Keluarga janin asal Kabupaten Sumbawa Barat yang meninggal dunia di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB) buka suara. Mereka keberatan atas pemberitaan sejumlah media yang menyebut jenazah anak mereka dibawa pulang menggunakan taksi online karena tidak mampu membayar ambulans.

Peristiwa itu terjadi Minggu (06/04) dan sempat viral di media sosial serta sejumlah portal berita. Dalam pemberitaan disebutkan, jenazah dibawa dari RSUD NTB menuju Pelabuhan Kayangan karena keluarga tak sanggup membayar ambulans.

Purnawirawan, ayah dari bayi tersebut, membantah keras informasi tersebut. Menurutnya, keluarga punya kemampuan untuk membayar ambulans, namun memilih menggunakan kendaraan sendiri atas alasan situasional.

“Kami keberatan atas pemberitaan yang tidak sesuai fakta. Tidak benar kalau kami tidak mampu membayar ambulans. Kami sendiri yang memutuskan membawa jenazah menggunakan mobil keluarga,” tegasnya.

Ia menjelaskan, saat itu mobil keluarga sedang digunakan sehingga mereka memesan taksi online agar proses pemulangan lebih cepat. Sayangnya, keputusan itu justru disalahartikan.

“Istri saya yang masih dirawat sangat sedih saat mendengar berita itu. Padahal kami sedang berduka, tapi malah diberitakan seolah kami menelantarkan jenazah anak kami,” ucapnya.

Purnawirawan menambahkan, RSUD NTB sempat menawarkan fasilitas ambulans. Namun, keluarga memutuskan membawa jenazah dengan kendaraan pribadi dan pihak rumah sakit menyetujuinya.

Purnawirawan berharap media bisa meluruskan informasi yang terlanjur menyebar. Ia menegaskan, keluarga tidak sedang dalam kondisi ekonomi sulit.

“Kami hanya ingin kebenaran disampaikan. Kami tidak ingin nama baik keluarga tercemar karena informasi yang tidak sesuai fakta,” terangnya.

Hal senada disampaikan Hadiatullah, bibi dari jenazah bayi. Ia mengaku sudah mengurus seluruh izin sebelum berangkat dari pelabuhan.

“Kami sudah diberi izin oleh pelabuhan. Saat kapal akan berangkat, petugas TNI-Polri datang menawarkan bantuan, lalu jenazah dibawa ke Puskesmas Kayangan,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD NTB dr. Lalu Herman Mahaputra menjelaskan, pasien atas nama Yuliana datang ke rumah sakit pada Jumat (04/04) dengan keluhan tidak merasakan gerakan janin. Setelah diperiksa, janin dinyatakan mengalami Kematian Janin Dalam Rahim (KJDR) pada usia kehamilan 24 minggu 5 hari.

Janin lahir secara spontan pada Minggu (6/4/2025) pukul 06.50 WITA dengan berat 650 gram. Pukul 10.37 WITA, jenazah diserahkan ke Instalasi Forensik untuk proses pemulangan.

dr. Herman menyebut, biaya pemulangan jenazah memang tidak ditanggung BPJS. Namun, RSUD NTB memiliki dana sosial untuk membantu pasien kurang mampu.

“Dalam dua bulan terakhir, kami telah membantu biaya pemulangan jenazah untuk lima pasien. Termasuk pembiayaan tunggakan iuran BPJS dan kebutuhan mendesak lainnya bagi pasien tidak mampu,” pungkasnya. (*/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU