PorosLombok.com – Kondisi ekonomi Israel dilaporkan semakin anjlok akibat perang besar-besaran di Jalur Gaza.
Kini, militer Zionis disebut membutuhkan tambahan dana sebesar USD 2,6 miliar atau setara Rp43,8 triliun untuk memperluas serangan di wilayah tersebut.
Kenaikan anggaran ini dinilai sangat signifikan. Kementerian Keuangan Israel pun terang-terangan menentangnya.
Mengutip laporan media Yediot Ahronot, dana tambahan tersebut bakal digunakan untuk merebut 40 persen wilayah Gaza dalam beberapa minggu ke depan.
Tujuannya, demi meningkatkan keamanan permukiman Israel yang berada dekat perbatasan Gaza, serta mencegah kembali diluncurkannya roket ke wilayah Israel.
Namun, kebutuhan anggaran jumbo ini justru memperparah kondisi ekonomi Israel yang kian melemah.
Tercatat, sejak awal tahun 2025 ini, Israel telah menggelontorkan USD 67,57 miliar sepanjang tahun 2024 untuk membiayai agresi militernya di Jalur Gaza.
(*/porosLombok)















