(PorosLombok.com) — Pelayanan Dapur MBG Lotim (Rinjani Zein Bina Masyarakat Lombok) di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, terus menuai pujian dari berbagai sekolah penerima manfaat.
Meski baru beroperasi sejak 20 Oktober 2025, dapur yang berada di bawah Yayasan Bina Masyarakat Lombok (YBML) itu dinilai mampu menyajikan menu bergizi dengan cita rasa yang sesuai selera anak-anak.
Respons positif datang dari para guru dan murid. Mereka mengaku puas dengan layanan dan kualitas menu yang disediakan oleh Dapur MBG Lotim. Bahkan, beberapa siswa menuliskan ucapan terima kasih dan memasukkannya ke dalam ompreng makan siang yang dikembalikan ke dapur.
“Kami dari SDN 4 Montong Baan sangat mengapresiasi Dapur MBG Dasan Paok di Desa Loyok. Menu yang disajikan sesuai standar gizi BGN dan rasanya cocok di lidah anak-anak. Hampir tidak ada makanan tersisa,” ujar Kepala SDN 4 Montong Baan, Sukardi.
Kepala SPPG Dapur MBG Lotim, Faisal Hidayatullah, mengatakan, pelayanan dilakukan secara bertahap untuk memastikan standar gizi dan ketepatan waktu distribusi makanan tetap terjaga.
Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat bertambah setiap minggu seiring meningkatnya kesiapan tenaga dan fasilitas dapur.
“Penerima manfaat kami terima sesuai kemampuan dan kapasitas dapur. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik yang sesuai dengan standar gizi dari BGN,” jelas Faisal, Jumat (31/10/2025).
Menurut Faisal, setiap hari dilakukan evaluasi internal untuk memastikan makanan yang dikirim tiba tepat waktu dan kualitasnya terjaga. Semua bahan makanan seperti sayur, daging, dan telur wajib digunakan pada hari yang sama agar tetap segar.
“Tidak ada bahan yang disimpan untuk besok. Semuanya harus segar dan langsung diolah,” tegasnya.
Ia menambahkan, Dapur MBG Lotim selalu terbuka terhadap masukan dari guru maupun siswa penerima manfaat. Saran yang masuk dijadikan dasar untuk memperbaiki mutu layanan.
“Kami bersyukur atas banyaknya apresiasi, tapi kami tidak berhenti di situ. Setiap hari kami terus evaluasi agar bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Faisal juga meluruskan isu soal kepemilikan dapur. Ia memastikan Dapur MBG Lotim milik Zainuddin, bukan pihak lain seperti yang beredar di masyarakat.
“Saya tegaskan dapur ini milik Pak Zainuddin. Kalau ada yang bilang milik salah satu anggota DPRD Lombok Timur, itu tidak benar. Saya sendiri belum pernah bertemu dengan yang bersangkutan,” ungkapnya.
Ia menuturkan, hubungan antara pihak dapur dan sekolah penerima manfaat terus dijaga dengan baik. Selain fokus pada penyediaan makanan bergizi, mereka juga berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada para siswa.
“Setiap sekolah penerima manfaat menjalankan pola makan berjamaah yang diawali doa bersama. Ini bukan sekadar makan, tapi juga pendidikan karakter,” kata Faisal.
Menurutnya, kebiasaan makan bersama yang kini mulai jarang dilakukan di rumah tangga modern perlu dihidupkan kembali melalui program seperti Dapur MBG Lotim.
“Lewat makan berjamaah, kami ingin menumbuhkan kembali rasa kebersamaan anak-anak. Ini bagian dari pembentukan karakter menuju generasi emas 2045,” tutupnya.
(Redaksi/PorosLombok)
















