Insentif Guru Swasta Diperluas, Baznas Lombok Timur Bidik 3.823 Penerima

(PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Baznas mengambil langkah strategis untuk memperluas bantuan bagi tenaga pendidik swasta.

Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan, guru non negeri telah menjadi penopang utama pendidikan di daerahnya. Menurutnya, tanpa pengabdian mereka, mutu sumber daya manusia di Lombok Timur akan sulit ditingkatkan.

Dalam kegiatan penyaluran insentif di Kantor Camat Lenek. Edwin menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap bertahan meski kesejahteraan belum sebanding dengan pengabdian.

Ia menuturkan, jumlah sekolah swasta yang cukup dominan membuat kontribusi guru honorer tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang terus berjuang mendidik anak-anak di sekolah swasta. Dedikasi ini sangat berarti bagi pembangunan Lombok Timur,” ujarnya di hadapan para tenaga pendidik. Rabu (10/09).

Meski memberikan penghargaan, Edwin mengakui pemerintah daerah belum mampu menyalurkan dukungan maksimal. Keterbatasan anggaran membuat insentif harus digulirkan melalui Baznas Lombok Timur dengan memanfaatkan zakat, infak, dan sedekah masyarakat serta aparatur sipil negara.

“Situasi fiskal kita memang masih penuh keterbatasan. Karena itu peran Baznas menjadi penting untuk memastikan para guru swasta tetap mendapat perhatian,” tegas Edwin.

Pada tahap pertama, bantuan disalurkan kepada guru honorer non-sertifikasi tingkat SD dan SMP di Kecamatan Lenek, Pringgasela, serta Aikmel. Program ini disebut sebagai bukti kehadiran pemerintah meski kondisi anggaran daerah belum ideal.

Edwin juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana zakat. Ia menilai, laporan terbuka akan memperkuat kepercayaan publik terhadap Baznas sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menegaskan pihaknya siap mendukung pemerintah daerah dalam memberikan perhatian kepada guru swasta.

Ia menyebut, peran mereka bukan hanya penting, melainkan juga fundamental bagi keberlangsungan pendidikan di Lombok Timur.

“Guru swasta adalah pejuang pendidikan yang sering terlupakan. Mereka pantas mendapatkan dukungan agar tetap bersemangat mendidik generasi,” kata Kamli.

Ke depan, Baznas menargetkan distribusi insentif menjangkau 3.823 guru swasta di seluruh wilayah Lombok Timur. Langkah ini diharapkan menjaga motivasi mereka untuk terus mengabdi, sekaligus memperlihatkan keseriusan pemerintah daerah bersama Baznas dalam memperhatikan tenaga pendidik non negeri.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU