LOTIM | Poroslombok.com –
Remaja Musalla AL-Hidayah Desa Sukadana, Kecamatan Trara ini menepis adanya stigma negatif tentang pemuda yang selama ini diidentikkan dengan kehidupan bebas dan cenderung membuat para orang tua mengelus dada.
Namun tidak demikian halnya dengan kelompok pemuda di desa ini. Sebaliknya, para orang tua justru harus bangga memiliki anak seperti mereka. Ya tentu saja, karna kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan sangat positif.
Tak melulu soal positif atau negatif, tetapi kegiatan para pemuda ini layak untuk diberikan apresiasi yang tinggi serta dijadikan sebagai inspirasi bagi pemuda remaja lainnya.
Lalu, apa sesungguhnya kegiatan kelompok pemuda ini? Tentu saja bukan berhura-hura atau hanya sekedar menghabiskan waktu dengan bermain game online. kelompok pemuda ini justru memilih menyibukkan diri dengan kegiatan sosial.
Gerakan sosial mereka adalah, mulai dari kegiatan merenovasi Musalla Al-Hidayah, gerakan jum’at berbagi, gerakan bersih lingkungan, membuka kelompok barzanji, TPQ hingga memasang lampu lampion untuk menyambut bulan ramadhan.
Hamdani, Ketua pemuda gubuk timuk sekaligus Ketua Remaja Musolla Al-Hidayah yang ditemui poroslombok disela-sela kegiatannya pada, Sabtu sore (26/3/22) mengaku bangga dengan sikap positif yang ditunjukkan oleh para pemuda di desanya.
“Kegiatan yang kami lakukan ini semata mata-mata untuk mengisi waktu luang para pemuda disini, serta mengarahkannya ke hal yang positif,” ungkapnya.
Selain itu, ia berharap, kegiatan tersebut dapat memupuk rasa kekeluargaan dan persaudaraan melalui kegiatan gotong-royong dan kegiatan sosial lainnya.
“Semoga gerakan ini semakin mengikat rasa persaudaraan kita antar pemuda di sini,” imbuhnya.
Hamdani juga menyampaikan harapannya, agar kegiatan mereka mendapatkan dukungan dan perhatian dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten dimasa-masa mendatang.
“Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya, dan semoga mendapat pembinaan khusus dari pemerintah,” tutupnya.
Senada dengan Hamdani, pembina penasehat pemuda/remaja Musalla Al-Hidayah, bapak Saharudin, juga sangat antusias mendukung kegiatan para remaja, bahkan dirinya mengaku siap memback up kegiatan para remaja tersebut.
“Kami tidak akan diam jika program pemuda/remaja Musalla Al-Hidayah sifatnya membangun,” ungkapnya.
Bahkan, tambahnya, jika nantinya ada kegiatan pemuda yang sekiranya membutuhkan bahan bambu, dirinya mengaku sudah menyiapkan kebun bambu untuk mereka gunakan ber program.
“Jadi kami tidak sungkan-sungkan melakukan dan memberikan yang terbaik untuk mendukung program mereka,” kata mantan pegawai Bank BNI ini menandaskan.
(Anas/pl)

















