Lombok Timur, PorosLombok.com – Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si dan Ir. H. Edwin Hadiwijaya, M.M., mulai menunjukkan arah perubahan nyata sejak awal masa jabatan mereka.
Dalam kurun waktu kurang dari 100 hari, keduanya telah mengambil berbagai langkah cepat untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah.
Arsa Ali Umar selaku Staf Khusus Bidang Ketenagakerjaan mengungkapkan, sejumlah intervensi anggaran di beberapa dinas telah disesuaikan secara langsung dengan visi dan misi kepemimpinan IRON–EDWIN.
Menurutnya, ini menunjukkan adanya konsistensi antara janji kampanye dengan pelaksanaan di lapangan. Ia menilai pendekatan ini cukup progresif, karena langsung menyasar program-program prioritas.
“Terbukti, dalam waktu singkat, sejumlah langkah cepat dan strategis telah mereka lakukan, terutama dalam hal intervensi anggaran di beberapa dinas yang selaras dengan visi, misi, dan program prioritas kepemimpinan mereka,” kata Arsa. Kamis (24/04).
Sektor ketenagakerjaan menjadi salah satu fokus utama dalam visi besar pembangunan daerah ini. Kepemimpinan IRON–EDWIN memiliki komitmen untuk menciptakan lebih banyak tenaga kerja terampil.
Tujuannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui wirausaha berbasis keterampilan.
“Mereka ingin mendorong peningkatan jumlah tenaga kerja terampil yang tidak hanya siap diserap oleh dunia industri, tetapi juga mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja sendiri,” ujarnya.
Langkah konkret pun telah diambil melalui pengalokasian anggaran sebesar Rp 3 miliar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dana tersebut diperuntukkan bagi pelatihan keterampilan serta penyediaan peralatan pendukung bagi para peserta.
Skema ini dirancang agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya terlatih secara teknis, tetapi juga siap membuka usaha di lingkungan mereka masing-masing.
“Harapannya, begitu pelatihan selesai, para peserta bisa langsung praktik dan membuka usaha sendiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” jelas Arsa.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jika program ini berjalan maksimal, dampaknya akan sangat luas terhadap peningkatan kualitas SDM Lombok Timur.
Program ini dinilai bisa menjadi jawaban atas kebutuhan keterampilan masyarakat yang selama ini belum terpenuhi secara menyeluruh. Terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses pendidikan tinggi namun memiliki semangat dan potensi untuk berkembang.
“Jika program ini dijalankan secara maksimal, maka impian menjadikan Lombok Timur sebagai Kabupaten Terampil dan Smart bukan sekadar slogan, melainkan akan menjadi kenyataan dan fakta yang membanggakan,” pungkasnya.
(*/porosLombok)















