Mataram, PorosLombok.com – Wacana pemekaran Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencuat. Kali ini, sejumlah tokoh di Pulau Sumbawa mengusulkan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa sebagai entitas baru.
Jika hal itu benar-benar terjadi, maka Lombok akan berdiri sendiri tanpa Sumbawa. Namun, langkah ini bukan berarti kemunduran bagi Lombok. Sebaliknya, pulau ini justru dinilai lebih siap dan berpotensi melesat lebih cepat.
Selama ini, Pulau Lombok dikenal sebagai pusat pergerakan ekonomi, pemerintahan, dan infrastruktur di NTB. Ibu kota provinsi, pusat perdagangan, kampus-kampus besar, hingga fasilitas pelayanan kesehatan terpusat di pulau ini.
Dari sisi demografi, Lombok memiliki populasi lebih dari 70 persen total penduduk NTB. Ini menjadikan Lombok sebagai basis tenaga kerja sekaligus pasar ekonomi regional yang sangat strategis.
Potensi terbesar Lombok terletak pada sektor pariwisata. Kawasan seperti Mandalika, Rinjani, Gili Trawangan, dan Senggigi telah dikenal hingga ke luar negeri. Event internasional seperti MotoGP memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi unggulan nasional.
Tanpa Sumbawa, Lombok bisa fokus mengembangkan sektor pariwisata tanpa perlu berbagi anggaran promosi maupun infrastruktur. Ini membuka ruang akselerasi pembangunan kawasan wisata berbasis ekonomi kerakyatan.
Selain itu, sektor pertanian dan pangan di Lombok sangat dominan. Daerah seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah merupakan penghasil padi, jagung, cabai, dan bawang merah yang selama ini menyuplai kebutuhan NTB bahkan ekspor ke luar daerah.
Di sisi perikanan, kawasan pesisir selatan seperti Jerowaru, Ekas, dan Labuhan Haji merupakan sentra produksi udang, ikan, dan hasil laut lainnya. Pengembangan industri pengolahan hasil laut berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
Dari aspek fiskal, Lombok menyumbang sebagian besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB. Sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan UMKM menjadi penopang utama struktur perekonomian di pulau ini.
Lombok juga dikenal sebagai pusat pendidikan NTB. Kampus-kampus ternama seperti Universitas Mataram, UIN Mataram, dan puluhan perguruan tinggi lainnya menjadikan pulau ini sebagai magnet pendidikan dari seluruh kawasan timur Indonesia.
Infrastruktur strategis seperti Bandara Internasional Lombok, Pelabuhan Lembar, jalan nasional lintas selatan dan utara, serta jaringan transportasi antardaerah turut memperkuat posisi Lombok sebagai pusat logistik dan mobilitas NTB.
Jika Sumbawa pisah, isu kesenjangan pembangunan antarwilayah yang kerap muncul bisa hilang. Pemerintah daerah bisa lebih fokus menata wilayah sesuai kebutuhan lokal, tanpa tarik-menarik kepentingan dua pulau besar yang berbeda karakter.
Secara politik dan budaya, Lombok memiliki kemandirian yang kuat. Identitas lokal yang solid dan semangat kebersamaan antar kabupaten/kota menjadi modal sosial untuk mengelola pemerintahan yang lebih efektif.
Pemisahan wilayah bukan semata soal administrasi. Ini juga soal kesiapan fiskal, tata kelola, dan arah pembangunan. Lombok, dengan segala potensinya, dinilai sudah punya modal dasar untuk menjadi wilayah yang mandiri.
Dengan birokrasi yang lebih ramping dan fokus pembangunan yang lebih tajam, Lombok punya peluang besar untuk tumbuh lebih cepat dibanding saat masih dalam satu provinsi bersama Sumbawa.
Jika wacana pemekaran ini benar terjadi, Lombok tak perlu cemas. Justru, ini saat yang tepat untuk memperkuat jati diri, mengelola potensi, dan membuktikan bahwa pulau kecil pun bisa tampil besar di panggung nasional.
Sumber Referensi:
- BPS NTB – Statistik Provinsi NTB 2024
- Kementerian PPN/Bappenas – Rencana Pemekaran Wilayah
- MotoGP Mandalika dan Dampaknya terhadap Pariwisata Lombok
- Potensi Perikanan dan Kelautan NTB
- PAD Kabupaten/Kota se-NTB Tahun Anggaran 2023
(Arul / PorosLombok)
















Besar kemungkinan LOMBOK akan setara dengan BALI kalau memang benar pemekaran terjadi.
Kami inigin memulaindengan propinsi sendiri ,lombok tidak mau maju , hanya begitu begitu saja kami ingin yg lebih seoerti punya sepak bola liga 1, punya stadion standar nasioanal , dari segi apapun kami ingin lebih dari sekarang.
Lombok bisa begitu Karena anggaran utama nya dari pulau Sumbawa
Salah, lombok maju karena daerah pariwisata, banyak pengusaha buka tempat wisata disini
Ya, kita memang terjadi pemekaran, semoga lombok dan Sumbawa tetap saling bekerja sama, karena selama ini, pendapatan utama lombok adalah pariwisata dan Sumbawa adalah tambang.
Dan jika pisah Sumbawa akan lemah di infrastruktur dan pariwisata dan lombok akan lemah di penghasilan tambang karena selama ini hasil tambang Sumbawa di bagi ke lombok,
Semua ada untung dan rugi
Lombok bisa focus untuk meningkatkan pariwisata dan Sumbawa bisa memaafkan hasil tambang dengan maksimal tanpa di bagi lagi
Semoga Indonesia semakin maju
Saya sangat setuju jika pulau Lombok dan pulau Sumbawa pisah(mekar) karena keduanya sama-sama memiliki potensi baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang sangat mendukung dalam proses percepatan pembangunan di kawasan Nusa tenggara. Untuk itu dimohon kepada anggota DPD dan DPR RI dapil pulau Sumbawa untuk tidak tidur dalam proses pemekaran provinsi kepulauan Sumbawa. Selamat berjuang para wakil rakyat pulau Sumbawa