Lotim, POROSLOMBOK- Kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang berlangsung di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP-4) Selong, Senin, (28/06/2021) pertama kali dilaksanakan. Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Budaya Lotim, Rusman, SPD., MM.
Menurutnya, progaram GSMS agar bisa berjalan perlu adanya sebuah kekompakan di bidang seniman jenis apapun yang harus bersatu padu untuk memajukan seni di Lotim untuk pelestarian budaya dan nantinya juga akan bermuara pada kepentingan ekonomi masyarakat, terlebih lagi masa pandemi covid-19, tentunya dengan memanfaat teknologi utk memasarkan seni dan budaya karya anak bangsa.
Selama ini progaram tersebut di pegang oleh Provinsi dan sebagian besar guru seniman di sekolah Dasar (SD) dan SMP malakukan eksekusi. Untuk itu dengan adanya Program GSMS ini sekarang koordinasinya di Kabupaten . Ada 16 sekolah yang mengikuti dan memiliki kegiatan seni baik itu seni tari, lukis, teather, film, Photography dan musik. Semua kegiatan seni itu tentunya di progaramkan oleh Dirjen Kebudayaan.
“Alhamdulillah tahun ini, dari Dikbud Lotim, mengaplikasikan dan mengkoordinirnya supaya terarah dan tercapai maksud dan tujuan yang sebenarnya,” ujarnya.
“Program ini juga kan sudah tertuang dalam Undang-undang no 5 , tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan nasional untuk pelestarian kesenian budaya Daerah yang dilaksanakan selama 4 bulan menyasar 16 sekolah yang ada di di kecamatan Lombok Timur dengan 16 kali pertemuan,” tambahnya.
Kegiatan ini juga termasuk bagian dari ekstrakulikuler, sekolah yang masuk dalam penilaian yang sepenuhnya dari sekolah.
Sementara terkait untuk honor dari para pelatih seni yg akan masuk sekolah, ini langsung dari pemerintah pusat, dan sangat diharapkan andil ke Pemda untuk mendukung, karena ini adalah salah satu tindakan preventif untuk mengisi kekosongan waktu anak-anak, sehingga tidak terjerumus dalam dunia negatif seperti narkoba (Rl)

















