Mataram, PorosLombok.com | Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) harapkan para petani Jagung bisa mengolah hasil panennya menjadi produk industri, sehingga dapat berdampak pada posisi tawar dan menstabilkan harga.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti, SE.ME pada Kamis (18/01) yang lalu menyampaikan, jika masyarakat hanya mengandalkan penjualan jagung hasil panen, tentu keuntungan yang didapatkan masih seputaran Level petani dan beberapa pekerja saja serta bersifat jangka pendek.
“Sehingga kami dari dinas Perindustrian menginisiasi Hasil panen Jagung ini harus di olah ditempat, akan tetapi kesadaran masyarakat tentang hal tersebut masih kurang, kita yang jual jagung keluar daerah, namun kita juga yang beli, seperti pakan, minyak jagung, tepung dan sebagainya,” ujar Nuryanti.
Kalaupun Dinas Perindustrian sendiri ingin mengadakan pelatihan terkait cara pengolahan jagung sangatlah sulit, disebabkan susahnya mendapat bahan baku dikarenakan para petani lebih berorientasi mengirim jagung ke Luar daerah.
“Makanya ketika harganya murah kita tidak punya posisi tawar, coba seandainya kita olah ketika harganya bagus kita jual tapi ketika harganya anjlok kita olah sehingga sulit untuk dipermainkan,”ujarnya.
Dalam hal ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan mendorong adanya transformasi hasil panen jagung kepada seluruh masyarakat khususnya para petani, agar mampu mengolah hasil panennya sendiri, yang tentunya akan banyak berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.
“Kalau masyarakat mampu mengelola hasil panennya sendiri akan memicu tumbuhnya IKM baru, efeknya akan banyak menyerap tenaga kerja, dan insyaallah industrialisasi di NTB akan terwujud,” pungkasnya.
(Arul/Poroslombok)















