Keluhan RSUD Soedjono, Stafsus Bupati Pilih Bungkam

Lombok Timur, PorosLombok.com – Staf Khusus Bupati Lombok Timur bidang kesehatan, Suprayitno, memilih bungkam soal keluhan pelayanan di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Ia berdalih masih menelusuri persoalan sebelum angkat bicara secara resmi.

“Belum ada tanggapan karena perlu kami telusuri dulu apa sebenarnya persoalannya,” kata Suprayitno saat dikonfirmasi, Selasa (3/6).

Ia menegaskan, pihaknya belum bisa memberikan jawaban resmi karena masih mengumpulkan data dan keterangan lengkap.

Keluhan tersebut datang dari Dr. Muhamad Ali, M.Si, seorang akademisi yang mengaku mendapat perlakuan tidak manusiawi saat mengantar anaknya menjalani pemeriksaan di RSUD Soedjono.

Ali membawa anaknya ke poli penyakit dalam untuk pemeriksaan sebagai syarat mengikuti program magang luar negeri. Awalnya, proses berjalan normal, termasuk pemeriksaan laboratorium.

Masalah muncul setelah hasil tes menunjukkan anaknya reaktif Hepatitis B. Saat meminta penjelasan soal langkah medis selanjutnya, Ali justru mendapat respons yang dinilai kasar dan tidak empatik dari dokter.

“Dokter berkata dengan nada tinggi, ‘Tidak ada dan tidak bisa diobati,’” tutur Ali. Ia juga menyebut dokter berdiri dengan sikap intimidatif saat dirinya mencoba memperjelas.

Saat keluar dari ruangan, Ali mendengar suara benda dibanting dari dalam. Ia dan anaknya pun pulang dengan perasaan bingung dan luka batin.

“Kami pulang bukan hanya membawa hasil tes, tapi juga luka batin,” ujarnya.

(arul/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU