(PorosLombok.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs.HM.Juani Taofik.M.AP menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 menjadi momentum bagi generasi muda untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan global dan memajukan Indonesia menuju 100 tahun kemerdekaan.
“Generasi Z harus memahami peran strategis mereka sejak dini. Mereka yang akan menjadi motor penggerak bangsa di masa depan,” ujar Sekda, Sabtu (16/08).
Sekda menekankan bahwa tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera untuk Indonesia Maju” menjadi landasan agar Milenial dan Generasi Z menyadari tanggung jawab mereka dalam menjaga kemerdekaan dan memajukan bangsa.
Ia menuturkan bahwa usia kemerdekaan yang kini mencapai 80 tahun adalah pencapaian yang membanggakan. Banyak negara lain bahkan tidak sampai merasakan usia kemerdekaan setua Indonesia.
“Banyak negara yang luluh lantak akibat perang dan intervensi asing. Indonesia harus bangga karena berhasil bertahan,” kata Sekda.
Sekda menjelaskan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan rakyat, bukan hadiah dari penjajah. Tantangan masa lalu berbeda dengan masa kini, tetapi semangat kolektif tetap menjadi kunci keberhasilan bangsa.
“Sejarah kita berbeda dengan negara lain. Kemerdekaan direbut, bukan diterima begitu saja,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan era modern kini lebih kompleks. Ancaman proxy war dan dunia siber (cyber world) menjadi ujian baru yang harus dihadapi Generasi Z di masa depan.
“Semangat 80 tahun kemerdekaan harus diteruskan Generasi Z. Mereka lahir di era digital dan akan menjadi ujung tombak kemajuan menuju 100 tahun kemerdekaan,” jelas Sekda.
Sekda menekankan pentingnya kegiatan kebangsaan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah. Dari pemasangan bendera hingga lomba-lomba di tingkat kampung dan kabupaten, semua bertujuan menanamkan identitas dan semangat nasionalisme.
“Kegiatan ini bukan sekadar ritual, tapi bagian dari membentuk karakter dan kecintaan pada tanah air,” ujar Sekda.
Ia menekankan bahwa perjuangan modern saat ini juga menuntut perhatian pada kesejahteraan masyarakat. Stunting harus ditekan, kemiskinan ekstrem dihapuskan, dan semua ini membutuhkan kerja kolektif.
“Kemerdekaan diperoleh bukan dengan usaha individu, tapi melalui semangat bersama,” tegasnya.
Di tengah dinamika global, Sekda mengingatkan Generasi Z untuk belajar sejarah, memahami proses perjuangan bangsa, dan menumbuhkan nasionalisme. Ia menyoroti konflik internasional, seperti Rusia-Ukraina, Timur Tengah, Thailand, dan Kamboja, sebagai pembanding bahwa Indonesia tetap aman dan stabil.
“Loyalitas tertinggi harus diberikan kepada negara, bukan kepada pribadi, golongan, atau partai,” tegas Sekda. Ia mengutip Abraham Lincoln: “Stop loyalitas kepada pribadi dan golongan manakala loyalitas kepada negara itu dimulai.”
Sekda menegaskan bahwa peringatan 80 tahun kemerdekaan adalah momentum menanamkan nilai kebangsaan dan semangat kolektif demi kesejahteraan rakyat. Ia menekankan bahwa Generasi Z harus menjadi ujung tombak kemajuan bangsa.
“Kita persembahkan usia 80 menuju 100 tahun kemerdekaan dengan semangat Generasi Z. Mereka yang akan membawa bangsa ini maju, berdaulat, dan sejahtera,” pungkas Sekda.
(arul/PorosLombok)

















