Klarifikasi Direktur RSUD Patuh Karya: Stiker Paslon Bupati Bukan dari Staf Rumah Sakit

Lombok Timur, PorosLombok.com– Direktur RSUD Patuh Karya, dr. Opan, menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan staf rumah sakit dalam pemasangan stiker salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati. Pernyataan ini disampaikan saat dikonfirmasi Poroslombok pada Senin (04/11).

“Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, kami telah mencabut semua stiker yang terpasang,” ungkap dr. Opan.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi di seluruh area rumah sakit untuk memastikan tidak ada stiker yang tertinggal. Seluruh staf juga telah dipanggil untuk diingatkan tentang kepatuhan terhadap undang-undang yang berlaku.

Lebih lanjut, dr. Opan menjelaskan bahwa ia telah memeriksa rekaman CCTV guna memastikan tidak ada oknum dari staf yang terlibat dalam pemasangan stiker tersebut. “Hingga saat ini, belum ada laporan atau bukti yang menunjukkan keterlibatan staf kami,” tambahnya.

Kekhawatiran dr. Opan juga tertuju pada informasi yang beredar di masyarakat. Ia menekankan pentingnya verifikasi sebelum mempercayai kabar yang tidak jelas.

Dalam penjelasannya, dr. Opan mengisyaratkan kemungkinan bahwa stiker tersebut dipasang oleh pihak luar, termasuk pasien yang mungkin tidak menyadari tindakan tersebut. “Kami sedang mengumpulkan data untuk memastikan apakah anak yang terlihat dalam video membawa stiker tersebut atas inisiatif sendiri atau disuruh oleh orang tuanya, dan nanti kami akan bawa ke Bawaslu,” pungkasnya.

Sebagai langkah antisipasi, dr. Opan menegaskan pentingnya menjaga integritas dan reputasi rumah sakit. Ia berharap masyarakat dapat memahami situasi ini dan tidak mudah terpengaruh oleh rumor yang beredar. “Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa terlibat dalam politik praktis,” bebernya.

Dalam rapat internal, dr. Opan juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim pengawasan untuk memastikan rumah sakit tetap steril dari unsur politik. “Kami sudah mengingatkan semua staf dan keamanan untuk tidak membiarkan pemasangan stiker apapun di lingkungan rumah sakit,” ujarnya.

Langkah-langkah ini diambil sebagai upaya RSUD Patuh Karya untuk menjaga reputasi dan netralitas sebagai institusi layanan kesehatan.

Sebelumnya, sejumlah stiker yang mempromosikan calon Bupati nomor urut 2 ditemukan terpasang di beberapa lokasi di Rumah Sakit Patuh Karya, Keruak, Lombok Timur. Penemuan ini menjadi sorotan publik, terutama di media sosial, di mana foto-fotonya beredar luas di grup WhatsApp pada Minggu (3/10).

Stiker tersebut terlihat menempel di area teras dan tembok rumah sakit, menarik perhatian keluarga pasien dan pengunjung. Situasi ini memicu diskusi di antara mereka, dan banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak etis, mengingat rumah sakit seharusnya menjadi ruang yang bebas dari kepentingan politik. Keberadaan stiker ini mengundang kritik dari masyarakat yang mengharapkan lingkungan rumah sakit tetap netral dan fokus pada pelayanan kesehatan.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU