close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.1 C
Jakarta
Sabtu, Desember 6, 2025

KMP Mutiara Alas III Dihantam Ombak, Penumpang Menjerit, ASDP Lempar Tangan

PorosLombok.com – Penumpang KMP Mutiara Alas III panik dan menjerit ketakutan saat kapal dihantam gelombang tinggi dalam pelayaran dari Pelabuhan Poto Tano menuju Kayangan, Jumat (4/7). Video suasana mencekam itu viral di media sosial.

Dalam rekaman berdurasi 31 detik yang diunggah akun Herman Ria, terdengar suara tangisan anak-anak hingga lansia. Para penumpang berebut jaket pelampung dan berdoa agar kapal segera bersandar.

Situasi itu dibenarkan General Manager ASDP Cabang Kayangan, Erlys. Dia menyebut gelombang besar sempat mengguncang kapal dan membuat penumpang panik.

“Penumpang pakai pelampung, tapi pihak kapal langsung menenangkan mereka,” ujar Erlys, Sabtu (5/7).

Meski tidak ada korban, pelayaran berlangsung jauh lebih lama dari biasanya. Kapal yang biasanya tiba dalam waktu 1,5–2 jam, kali ini memakan waktu lebih dari tiga jam karena cuaca buruk.

“KMP Mutiara Alas III bongkar muat dari Poto Tano sekitar pukul 16.25, berlayar jam 17.00, dan baru sandar di Kayangan pukul 19.46,” jelasnya.

Alih-alih mengambil langkah pengamanan, ASDP justru enggan bicara soal penutupan pelabuhan. Erlys berdalih, kebijakan itu bukan urusan mereka.

“Sebenarnya soal-soal begitu kami tidak mengerti. Itu urusan Syahbandar. Mungkin mereka punya teknis dan kriteria tersendiri,” ucapnya enteng.

Kritik tak berhenti di situ. Banyak penumpang mempertanyakan kelayakan kapal yang tetap dipaksakan berlayar. Namun lagi-lagi, ASDP angkat tangan.

“Itu urusan Dishub Provinsi. Kalau soal kapal layak atau tidak, bukan kami yang urus,” tegas Erlys.

Hingga berita ini tayang, pihak Syahbandar Pelabuhan Poto Tano belum memberi keterangan resmi terkait insiden yang nyaris menciptakan kepanikan massal tersebut.

Sementara itu, publik ramai menyuarakan keresahan soal kapal-kapal tua yang tetap dioperasikan, bahkan saat cuaca buruk.

“Tolong dong kapal-kapal kecil dan tua jangan dipaksakan berlayar saat cuaca seperti ini. Keselamatan penumpang jangan dianggap remeh,” kritik Haris Afrianto.

Fitri Kurniati bahkan menyebut kapal yang digunakan sudah tak layak jalan dan selalu dikeluhkan, tetapi tetap saja dioperasikan.

“Ya Allahhh, ini kapal Mutiara Alas itu sebenarnya sudah nggak layak pakai. Musim angin nggak bisa, gelombang kecil saja lambatnya minta ampun. Sudah banyak yang komplain, tapi masih juga dipakai,” kesalnya.

(Redaksi/PorosLombok).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER