PorosLombok.com – Sebanyak lima tenaga perawat lansia atau kaigo binaan PT ARK Jinzai Solusi Group resmi bertolak menuju Osaka, Jepang, guna mengawali karier profesional di industri kesehatan internasional pada Kamis (09/04/2026).
Para peserta terpilih ini bakal bergabung dengan Shakai Iryo Hojin Seikeikai, sebuah institusi medis terkemuka yang memiliki standar pelayanan tinggi. Penempatan ini merupakan hasil seleksi ketat dan pelatihan intensif selama berbulan-bulan.
“Kami di sana diajarkan merawat lansia dengan budaya Omotenashi atau pelayanan sepenuh hati,” ujar salah satu peserta, Tiara Yovanka R Sitanggang.
Tiara menjelaskan bahwa tugas mereka bukan sekadar pekerjaan teknis medis, melainkan upaya menjaga martabat para orang tua yang dirawat. Mereka dibekali pemahaman mendalam untuk memperlakukan pasien layaknya keluarga sendiri di perantauan.
Direktur Utama PT ARK Jinzai Solusi Group Jamaluddin menegaskan bahwa program ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mencetak SDM unggul. Ia berharap para pejuang kaigo ini mampu beradaptasi cepat dengan etos kerja di Negeri Sakura.
Pimpinan perusahaan tersebut menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan serta integritas selama bertugas di fasilitas kesehatan Jepang. Hal ini krusial karena standar pelayanan di negara tersebut dikenal sangat presisi dan tidak mentoleransi kelalaian.
“Tunjukkan etika kerja terbaik kita di sana dan jagalah nama baik Indonesia,” jelas Jamaluddin.
Peluang Karier Internasional dan Penerapan Budaya Omotenashi
Jamaluddin menambahkan bahwa pengalaman internasional ini menjadi modal besar bagi putra-putri daerah untuk meningkatkan taraf hidup. Perusahaan memastikan seluruh proses keberangkatan hingga penempatan di Osaka berjalan sesuai prosedur legal.
Bekerja di Jepang memberikan tantangan tersendiri mengingat negara tersebut memiliki populasi lansia terbesar di dunia. Para perawat dituntut memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat untuk menghadapi dinamika kerja yang sangat cepat dan teratur.
“Program ini bukan sekadar mencari nafkah, tetapi kesempatan meraih pengalaman luar biasa,” ujarnya.
Fasilitas kesehatan di Osaka telah menyiapkan dukungan teknologi canggih seperti robot asisten Pepper untuk membantu beban kerja para perawat. Penggunaan kasur bersensor juga mempermudah pemantauan kondisi pasien secara real-time bagi tenaga medis.
Selain kecanggihan alat, lingkungan kerja yang sangat higienis menjadi nilai tambah bagi para peserta untuk belajar manajemen sanitasi. Mereka akan terbiasa dengan jadwal kegiatan yang terstruktur rapi tanpa adanya kekacauan operasional di lapangan.
“Kami diajarkan merawat lansia bukan sekadar tugas rutin, tapi menjaga kehormatan mereka,” katanya.
Potensi masa depan yang cerah menanti jika para peserta berhasil lulus ujian nasional perawat lansia Jepang atau Kaigofukushishi. Kelulusan tersebut membuka peluang kenaikan gaji yang signifikan serta hak mengajukan izin tinggal tetap di sana.
PT ARK Jinzai Solusi Group terus memantau perkembangan seluruh peserta guna memastikan hak-hak mereka terpenuhi selama masa kontrak kerja. Hubungan baik dengan institusi medis di Jepang menjadi kunci kelancaran program penempatan ini.
“Kami memberangkatkan mereka dengan harapan besar agar bekerja penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Keberangkatan lima pejuang kaigo ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani mengambil peluang kerja global. Bekal ilmu dan keterampilan yang didapat di Jepang nantinya akan sangat bermanfaat saat mereka kembali ke tanah air.
“Semoga mereka kembali dengan membawa ilmu yang berguna bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.*















