Lotim,PorosLombok.com – Hari perempuan sedunia atau Internasional Woman Day (IWD) merupakan perayaan yang didedikasikan untuk seluruh perempuan di dunia. Perayaan ini, diselenggarakan setahun sekali pada setiap tanggal 8 maret dan dapat dijadikan panggung untuk perempuan bersuara.
Bertemakan Kepemimpinan Perempuan Dalam Mewujudkan Pembangunan Yang Inklusif, Lombok Research Center (LRC) menggelar acara talk show sebagai rantai panjang dari program inklusi. Acara ini, sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa potensi perempuan tidak hanya berperan membuat gagasan namun perempuan memiliki pengaruh besar dalam membentuk lingkungan yang inklusif.
“Talk show hari ini untuk ditunjukkan kepada para perempuan bahwa pemimpin dan kepemimpinan dimulai oleh diri dan diterapkan diberbagai sektor yang digeluti.” Ujar Baiq Titis Yulianty selaku koordinator program di Yayasan LRC. Berlokasi di Pendopo Bupati Lombok Timur, Kota Selong, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat yang diselenggarakan pada hari sabtu (11/03), mendapat atensi dari berbagai kelompok masyarakat.
Dihadiri oleh DPRD, Bupati, Organisasi Perempuan Lombok Timur, Dharmawanita, Rutges, dan beberapa kelompok yang peduli terhadap peran serta perempuan dalam membangun hubungan sosial-budaya masyarakat di Lombok Timur.
Acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber yang telah berkecimpung didalam bidangnya lebih dari 10 tahun.
Pihak panitia memang memilih betul narasumber yang berbicara dalam kegiatan tersebut. Dari bidang usaha, panitia mendatangkan ketua Ikatan wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Baiq Diyah Ratu Ganefi. Hadir juga sebagai pembicara yaitu Ketua KPID NTB yaitu ibu Ajeng dan perwakilan dari remaja yang aktif dalam pencegahan pernikahan dini di desanya yaitu Baiq Hairani
Hadir pula Ketua Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) yang berfokus pada pertukaran pengetahuan tentang program pembangunan di Kawasan Timur Indonesia. Sebagai mitra LRC dalam menyuarakan program inklusi, Ketua BaKTI Muhammad Yusron Laitufa menyampaikan bahwa segala kebijakan terkait perempuan haruslah melibatkan peran serta perempuan,
“Kalau mau memutuskan sesuatu tentang perempuan harus melibatkan perempuan sebab mereka lebih paham permasalahan dan kebutuhannya.” Tutur Yusron.
Segala kebijakan tentang perempuan tidak bisa mencapai hasil maksimal bila penyusunannya hanya diambil dari perspektif lelaki. Perempuan lebih mengetahui kebutuhan untuk dirinya sendiri dan lebih memahami capaian yang ingin diraih.
Dalam kesempatan tersebut Baiq Diyah mengajak perempuan-perempuan untuk berdaya secara ekonomi. Hal itu dapat dilakukan dengan menjadi pengusaha. Selama ini IWAPI ***















