Memilukan, Bocah 8 Tahun di Rumbuk Ditemukan Meninggal Dengan Kondisi Mengenaskan

LOTIM – PorosLombok.com | Nasip malang menimpa Rizki Nurfitri Apriani, bocah berusia 8 tahun asal Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Jasad bocah yang baru menginjak kelas 2 SD itu ditemukan di ladang salah seorang warga di bawah pohon kelapa dengan kondisi yang cukup mengenaskan, Rabu (24/5) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan luar, sejumlah perhiasan yang menempel di tubuh korban raib. Terdapat luka di bagian hidung dan leher, sehingga diduga kuat dia merupakan korban kekerasan.

Menurut Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikola Osman, penemuan korban tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 15.30 Wita.

Nikolas juga menceritakan kronologis kejadian awal mula penemuan korban tersebut.

“Pada pukul 09.00 Wita, korban pamit pada orang tuanya untuk keluar main di sekitaran pemukiman,” ucapnya.

Akan tetapi, hingga siang hari korban tak kunjung pulang, bahkan hingga 5 jam tak ada tanda-tanda bocah malang itu menampakkan diri.

Hal itu lantas membuat orang tua korban merasa khawatir hingga langsung mendatangi kepala wilayah (Kawil) setempat untuk selanjutnya dilakukan pencarian.

Mendengar laporan itu, Kawil yang diketahui bernama Muhibbi, lantas mengumpulkan warga dan para pemuda mencari korban keliling permukiman dan persawahan.

“Hingga pukul 15.30 Wita korban pertama kali ditemukan di ladang belakang rumah seorang warga dengan posisi telungkup miring ke kanan di bawah pohon kelapa,” tuturnya.

Sontak warga yang melihat itu berteriak memberitahukan kepada warga yang ikut mencari dan langsung menghampiri Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kemudian Kawil bersama warga mengantarkan korban ke PKM Sakra menggunakan SPM,” katanya.

Sesampainya di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sakra, dilakukan pemeriksaan awal oleh perawat dan dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan PKM Sakra, korban diperkirakan meninggal dunia sudah lebih dari 1 jam, dengan indikasi kondisi mayat korban baru mulai kaku.

Pihak kepolisisan yang menerima laporan kejadian itu lantas langsung melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk diotopsi.

Sebagai informasi, keluarga korban sudah bersepakat untuk dilakukan otopsi, guna mengetahui penyebab kematian korban.

Jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit bayangkara Polda NTB di Mataram. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi terbaru terhadap pelaksanaan otopsi.

Editor: anas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU