Minggu Ini Kelompok Tani Penerima Bantuan Swakelola Bakal Membangun Sumber Air

LOTIM, POROSLOMBOK- Guna memenuhi kebutuhan petani khususnya sumber air di Lombok Timur pada saat musim kemarau. Pemerintah daerah pada tahun ini membangun sumber mata air di 16 Kecamatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di mana dalam pelaksanaannya dikelola secara swakelola oleh kelompok tani penerima manfaat. Hal itu dikatan Kepala Bidang Prsarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur L. Fathul Kasturi, Rabu (16/06).

Ia menyebutkan, hingga saat ini progres 42 kelompok tani penerima manfaat telah selesai dalam tahap pemberkasan administrasi dan review dari Inspektorat sehingga dipastikan pada Minggu ini kelompok tani penerima bantuan sudah bisa menerima dana tahap pertama sebesar 25 persern ke rekening kelompok.

“Alhamdulillah saat ini kita sudah selesai melakukan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada kelompok tani penerima manfaat, mereka tinggal menunggu pencairan tahap pertama saja dan langsung mulai bekerja,” Jelas Mik Kasturi.

Adapun sumber mata air yang akan dibangun secara swakelola oleh kelompok tani yakni sumur air dangkal, embung, damparit, pintu-pintu air dan jalan usaha tani. Menurutnya dengan dibangunnya sumber air tersebut diharapkan bisa mengatasi kesulitan masyarakat terutama petani yang yang sedang membutuhkan air untuk menyirami tanamannya dimusim kemarau.

Ia melanjutkan, besaran anggaran yang didapatkan berbeda-beda tergantung jenis pembanguanan yang dilakukan. Mulai dari Rp . 40 juta – Rp 300 juta. Namun untuk proses pencairannya tetap menggunakan tiga tahap yakni tahap pertama 25 persen, selanjutnya tahap kedua 45 persen dan terakhir tahap ketiga 30 persen.

Akan tetapi kata Kasturi, untuk bisa mencairkan tahap kedua kelompok tani penerima swakelola harus memenuhi progres pembangunan mencapai 75 persen. “Jika sudah mencapai pekerjaan 75 persen, kelompok tani bisa mengajukan tahap pencairan berikutnya untuk bisa menuntaskan pekerjaan pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, selain membangun sumber mata air pihaknya juga pada tahun ini membangun gedung Tekhnologi Informasi (TI) yang tersebar di 19 Kecamatan. Yang berfungsi sebagai pos komando strategis pertanian yang tentunya dilengkapi degan informasi segala pertanian. (ns)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU