(PorosLombok.com) – Gelaran MotoGP Mandalika 2025 disebut sebagai panggung emas bagi Lombok Timur untuk menjual pesona wisatanya. Ajang kelas dunia itu diyakini mampu menarik perhatian investor jika potensi daerah benar-benar ditampilkan dengan optimal.
“MotoGP ini bukan sekadar balapan. Ini etalase global yang disorot jutaan pasang mata. Saatnya Lombok Timur tampil, menunjukkan keunikan yang kita punya,” kata Anggota DPRD Lotim, Faruq Bawasier, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, Lombok Timur menyimpan destinasi yang tak kalah eksotis dibanding daerah lain di NTB. Keindahan Pantai Pink dengan pasir merah mudanya, megahnya Gunung Rinjani, hingga deretan pantai alami bisa menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.
“Kapan lagi kita punya peluang sebesar ini? Wisatawan akan datang, melihat, lalu menceritakan ke dunia. Kalau investor ikut tertarik, roda ekonomi kita berputar lebih cepat,” ujarnya.
Faruq menilai, momentum internasional seperti MotoGP seharusnya dimanfaatkan secara serius. Ia menyebut pemerintah daerah dan dinas terkait perlu agresif menawarkan paket wisata, pameran budaya, hingga agenda tambahan yang bisa menggiring wisatawan singgah lebih lama di Lombok Timur.
“Jangan sampai event ini lewat begitu saja. Kita harus bisa bikin tamu dunia penasaran, lalu betah berlama-lama di Lotim,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung. Menurutnya, keberadaan hotel, homestay, restoran, hingga akses transportasi harus terus ditingkatkan agar wisatawan maupun investor merasa nyaman.
“Kalau fasilitas tidak siap, sayang sekali. Padahal peluang kita besar. Investor tidak hanya melihat keindahan, tapi juga kemudahan,” jelas Faruq.
Faruq menambahkan, keberhasilan menarik investor akan memberi dampak berantai bagi masyarakat. Tidak hanya sektor pariwisata yang tumbuh, tapi juga UMKM, kuliner lokal, transportasi hingga lapangan kerja baru.
“Kalau investor masuk, perputaran uang makin kencang. PAD bertambah, pembangunan lebih kuat, dan masyarakat Lotim ikut menikmati hasilnya,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)















