(PorosLombok.com) – Nomor WhatsApp Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, diretas oleh pihak tak bertanggung jawab.
Kasus ini menambah daftar panjang peretasan digital yang terjadi di Lombok Timur dalam beberapa waktu terakhir dan membuat publik kembali waspada terhadap keamanan data pribadi.
Peretasan nomor WhatsApp Wabup Lombok Timur terungkap setelah sejumlah pihak menerima pesan mencurigakan dari akun milik orang nomor dua di Kabupaten Lombok Timur itu.
Dugaan sementara, pelaku berhasil mengambil alih akun dengan memanfaatkan celah keamanan melalui sistem verifikasi.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lombok Timur, H. Fauzan, menjelaskan sejumlah kemungkinan penyebab akun WhatsApp bisa diretas.
Ia menyebut, pelaku kejahatan siber kini semakin canggih dan memanfaatkan beragam teknik untuk mengambil alih akun pribadi.
“Kemungkinannya bisa karena SIM swap atau pemindahan data kartu SIM ke kartu baru. Bisa juga karena pelaku menggunakan social engineering untuk mendapatkan kode akses WhatsApp, atau ada aplikasi berbahaya yang tanpa sadar tertanam di ponsel korban,” ujar Fauzan, Selasa (21/10/2025).
Fauzan menerangkan, modus SIM swap sering digunakan untuk menyalin data kartu SIM korban ke kartu baru. Begitu nomor aktif di tangan pelaku, mereka bisa menerima kode verifikasi WhatsApp dan langsung menguasai akun korban tanpa izin.
Selain itu, teknik social engineering atau rekayasa sosial juga kerap dimanfaatkan. Dengan pendekatan manipulatif, pelaku membuat korban percaya dan memberikan kode OTP secara sukarela.
“Kadang pelaku berpura-pura jadi petugas resmi atau kerabat dekat. Begitu korban percaya, akun langsung diambil alih,” jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Fauzan mengimbau masyarakat segera mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah (two-step verification) di aplikasi WhatsApp. Langkah sederhana ini dinilai efektif melindungi akun meskipun nomor sudah di-swap atau ponsel dikendalikan pelaku.
“Selama password atau PIN hanya diketahui pemilik akun, pelaku tidak akan bisa masuk meski sudah menguasai SIM atau perangkat kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati menginstal aplikasi yang tidak dikenal dan tidak sembarangan membagikan kode verifikasi kepada siapa pun.
Kominfo Lombok Timur berharap kasus nomor WhatsApp Wabup Lombok Timur diretas bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman siber.
“Lebih baik mencegah sejak dini daripada menyesal ketika akun sudah diambil alih,” pungkas Fauzan.
(Arul/PorosLombok)
















