(Mataram, PorosLombok.com) – Selama 30 tahun terakhir, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih bergulat dengan kemiskinan yang mengakar di sektor pertanian, peternakan, dan kelautan. Calon Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa ketiga sektor tersebut merupakan kantong-kantong kemiskinan utama di provinsi ini.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa mayoritas penduduk NTB bergantung pada sektor-sektor ini untuk penghidupan. “Dan sialnya, tiga besar daerah kita hidup di sektor tersebut. Artinya, sebagian besar masyarakat kita mengalami kemiskinan,” kata Dr. Iqbal pada Senin (23/09).
Dr. Iqbal menyoroti permasalahan utama yang dihadapi sektor-sektor ini, yaitu keterbatasan akses terhadap teknologi, pendidikan, dan infrastruktur. Banyak petani, peternak, dan nelayan masih bergantung pada metode tradisional yang menghambat produktivitas. Tak hanya itu, fluktuasi harga komoditas dan minimnya dukungan pasar turut memperparah kondisi.
Sebagai solusi, Dr. Iqbal mengusulkan industrialisasi sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi di ketiga sektor ini. Industrialisasi, menurutnya, tidak hanya akan meningkatkan produktivitas tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal juga ditekankan oleh Dr. Iqbal. “Kami harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan inovasi,” ujarnya. Kebijakan yang proaktif dan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung transformasi ini.
Dr. Iqbal berkomitmen, jika terpilih sebagai gubernur, akan melanjutkan dan mengoptimalkan program-program positif dari kepemimpinan sebelumnya yang belum terealisasi. “Apa-apa yang baik yang belum bisa terealisasi dari pemimpin sebelumnya akan dilanjutkan kembali,” tegasnya.
Visi ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi pembangunan ekonomi NTB. Namun, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, sektor swasta, dan masyarakat, sangat diperlukan. Pendekatan yang terarah dan kolaboratif bisa menjadi kunci kesuksesan bagi NTB menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Perubahan mindset masyarakat dan adaptasi terhadap teknologi baru menjadi hambatan yang harus diatasi. Pendidikan dan pelatihan menjadi faktor penting dalam proses ini. Dr. Iqbal optimis, dengan komitmen dan usaha yang berkelanjutan, NTB dapat mencapai kemajuan yang signifikan dan mengurangi angka kemiskinan secara substansial.
(Arul/PorosLombok)















