Lombok Timur, PorosLombok.com – Pasca berlangsungnya Debat Pilgub NTB 2024 pada Rabu malam (23/10), sebuah insiden mengejutkan terjadi di Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra, Lombok Timur.
Spanduk kampanye pasangan calon Dr. Lalu Muhammad Iqbal dan Indahnya Putri (Iqbal-Dinda) menghilang secara misterius, menimbulkan keheranan di kalangan masyarakat setempat.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan situasi yang mencolok, di mana hanya dua spanduk yang tersisa: milik pasangan nomor urut 1 (Rohmi-Firin) dan nomor urut 2 (Zul-Uhel).
Sementara itu, spanduk Iqbal-Dinda, yang seharusnya menjadi bagian dari kemeriahan kampanye, tak dapat ditemukan. Hal ini memicu pertanyaan dan kecurigaan di kalangan pendukung Iqbal-Dinda.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden yang mencoreng citra demokrasi ini.
Kekecewaan juga diungkapkan oleh Komandan Pemenangan Gass Iqbal, Sulhi Islami. “Tindakan ini sangat tidak sportif. Setiap calon seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi dan misi mereka,” ungkapnya, Jumat (25/10).
Ia menambahkan bahwa penghilangan spanduk ini dapat merusak semangat demokrasi yang seharusnya dijunjung oleh semua pihak.
“Jika tindakan semacam ini dibiarkan, akan ada dampak negatif bagi pemilu di NTB. Kita semua perlu berkompetisi dengan cara yang sehat dan tanpa gangguan,” serunya.
Menjelang hari pemilihan yang dijadwalkan pada 27 November 2025, situasi semakin memanas. Masyarakat diimbau untuk tetap kritis dan tidak terpengaruh oleh tindakan provokatif yang berpotensi merusak proses demokrasi.
Dengan suasana yang semakin tegang dan misterius, satu hal yang pasti: Desa Montong Tangi kini menjadi sorotan. Perhatian banyak pihak tertuju pada perkembangan cerita ini hingga hari pemungutan suara.
(Arul/PorosLombok..com)















