(PorosLombok.com) – Pemprov Nusa Tenggara Barat mempercepat pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas yang dinilai masih gelap dan rawan kecelakaan. Langkah ini diprioritaskan untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jalan di tengah intensitas hujan yang terus meningkat.
Sejumlah titik di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa telah ditetapkan sebagai lokasi pemasangan PJU baru. Penentuan lokasi ini dilakukan setelah pemetaan kebutuhan dan evaluasi kondisi lapangan sepanjang beberapa pekan terakhir.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub NTB, Chairy Chalidy Anto, mengatakan pengerjaan teknis sudah mulai berjalan di lapangan.
“Minggu depan kita mulai penggalian dan pengecoran pondasi tiang,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Setelah tahapan pondasi rampung, proses pemasangan lampu dilakukan secara bertahap. Chairy menargetkan beberapa titik sudah dapat menyala pada awal Desember.
“Tidak bisa sekaligus karena harus menyesuaikan kesiapan jaringan dan konstruksi,” katanya.
Pemprov NTB memastikan pemasangan PJU dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan dan tingkat kerawanan kecelakaan di setiap ruas. Pemetaan ini menjadi dasar agar penambahan penerangan benar-benar berdampak pada peningkatan keselamatan jalan.
Di saat yang sama, kondisi PJU yang sudah terpasang juga terus dipantau. Pemerintah kabupaten dan kota melakukan patroli rutin untuk memastikan lampu jalan tetap berfungsi optimal selama musim hujan.
Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, dan PLN turut diperkuat untuk menghindari risiko gangguan penerangan akibat pohon atau ranting yang berpotensi tumbang.
“Pemangkasan dilakukan sesuai analisa teknis supaya jaringan tetap aman meski cuaca ekstrem,” jelas Chairy.
Penambahan PJU dipandang sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat pada malam hari, terutama di jalur yang selama ini gelap dan rawan kecelakaan saat hujan deras.
Pemprov NTB berharap percepatan pemasangan PJU di dua pulau tersebut dapat memperbaiki kualitas penerangan jalan, meningkatkan keamanan berkendara, serta mendukung kelancaran transportasi selama musim hujan berlangsung.
(Arul/PorosLombok)
















